Teluk Bayu Pantai Perawan Desa Kayu Menang
Foto: Ahmad Saidi/HabaAceh.idSingkil - Destinasi wisata Pantai Teluk Bayu, Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, masih menjadi primadona bagi warga dan wisatawan luar untuk berkunjung saat libur Lebaran Idul Fitri tahun 2024. Ratusan warga dari Sumatra Utara, Subulussalam dan juga Aceh Singkil, terlihat tumpah ruah menghabiskan waktu berwisata di sepanjang pantai Teluk Bayu.
Pesisir pantai yang membentang luas membuat para wisatawan leluasa menggelar tikar untuk tempat berkumpul keluarga, makan-makan, dan berenang di laut. Tak jarang pula terpantau wisatawan yang sekadar ngaso, tidur-tiduran, bersantai ria sembari memanjakan diri di pantai tersebut.
Angin sepoi-sepoi dibarengi desiran pucuk cemara sesekali menemani para wisatawan selama berada di Pantai Teluk Bayu. Pantainya yang masih "perawan", memikat banyak wisatawan untuk menikmati suasana alam yang kian tersohor karena dinilai eksotis dan elok tersebut.
Pohon-pohon besar di sekitar pantai terlihat tinggi menjulang dan membuatnya menjadi kanopi alami bagi para pengunjung. Tumbuhan lain juga terlihat tumbuh dan terawat dengan baik di pantai yang ada di pesisir Samudera Hindia tersebut.
Keberadaan pantai ini pertama kali viral pada tahun 2023 lalu. Pantai yang berada di Desa Kayu Menang tersebut dapat diakses melalui Jembatan Kilangan, yang saat ini tercatat sebagai jembatan terpanjang di Aceh.
Pengelola sama sekali tidak memungut biaya masuk ke Pantai Teluk Bayu, meski sejumlah fasilitas umum telah memadai, seperti pondok untuk bersantai, rumah makan, lahan parkir yang luas, serta musala dan belasan kamar mandi. Pengelola pantai juga menyediakan tempat penyewaan pelampung untuk pengunjung yang datang.
Pandawa, warga Subulussalam yang ditemui di Pantai Teluk Bayu Kayu Menang mengakui sudah dua kali berlibur ke lokasi tersebut. Menurutnya Pantai Teluk Bayu indah dan meringankan wisatawan karena tidak ada pungutan biaya masuk ke lokasi.
Selain itu, Pandawa tertarik dengan hamparan tanah datar yang ditumbuhi rumput hijau bak permadani di Pantai Teluk Bayu. Hamparan rumput hijau tersebut sering dijadikan wisatawan sebagai tempat duduk lesehan, sembari mencicipi bekal yang dibawa dari rumah.
Pandawa juga takjub dengan laut Teluk Bayu yang memanjakan mata. Apalagi ketika pasir putih di sepanjang pantai sering ditingkahi deburan ombak yang berkejar-kejaran semakin membuat dirinya takjub.
"Pantai Teluk Bayu Kayu Menang sungguh bak perawan sedang duduk di mahligai pelaminan, sangat menarik dan memesona,' ungkap Pandawa.
Dia berharap para pengelola pantai tersebut dapat terus berbenah menjaga kebersihan lokasi yang menjadi destinasi wisata baru di Aceh Singkil tersebut. Selain itu, Pandawa berharap para pelaku wisata di Pantai Teluk Bayu, seperti pedagang, agar dapat lebih ramah kepada pengunjung.
"Kalau mau lebih baik lagi, pemerintah setempat harus lebih giat dan peduli memperhatikan wisata ini. Karena, pantai ini merupakan aset daerah yang senantiasa harus dijaga, apalagi kekayaan alamnya yang begitu indah," ujarnya.
Menurutnya Pantai Teluk Bayu sangat strategis karena dapat diakses juga melalui jalan tembus Aceh Singkil menuju Aceh Selatan. Selain itu, akses yang melalui pantai tersebut juga dapat menjadi jalan alternatif menuju jalan lintas nasional.
"Jadi kepala pemerintah daerah Aceh Singkil teruslah berusaha untuk menyampaikan kepada Gubernur Aceh, agar percepatan jalan Singkil menuju Kecamatan Kuala Baru cepat tuntas dibangun," kata Pandawa.
Ihwal Penamaan Kayu Menang
Di sisi lain, Keuchik Kayu Menang, Sofyan, memiliki kisah sendiri terkait keberadaan pantai dan desa tempatnya mengabdi sekarang ini. Menurut Sofyan, nama Desa Kayu Menang yang menaungi Pantai Teluk Bayu ditabalkan dari pohon yang menjulang tinggi di lokasi tersebut. Pohon itu lebih tinggi dari pepohonan lain yang ada di sekitarnya.
"Pohon tinggi itu, katanya menjadi mercusuar alam sebagai pertanda bagi nahkoda bahwa kapal atau perahu mereka sudah mendekati pantai Singkil," kata Sofyan.







Komentar