Rakit Kayu di Sungai Tamiang
Foto: kiriman warga untuk HabaAceh.idKarang Baru – Sebuah rakit kayu panjang ditarik menggunakan boat mesin membelah sungai besar Aceh Tamiang, beberapa diantaranya hanyut terbawa arus yang landai.
Dari atas jembatan Desa Aras Sembilan perbatasan antara Kecamatan Sekrak dan Bandar Pusaka, seorang pria menyaksikan pemandangan itu dengan wajah mengerut.
"Kayaknya kayu hutan, bukan kayu kampung. Jarang sih kayu kampung dibawa dari sungai, biasanya kalau kayu jenis jabon, trembesi dan kayu durian dari jalur darat dibawa," kata pria berinisial SP kepada HabaAceh.id, Selasa (21/11) petang.
SP sempat mendokumentasikan rakit yang terbuat dari kayu log bulan dan log belahan tersebut mengalir di tengah sungai. Karena arusnya tidak deras, maka rakit itu ditarik dengan boat mesin menyusuri sungai Tamiang.
"Saya lihat ada lima rakit digandeng jadi satu. Panjangnya ditaksir 100 meter gitulah," ucapnya.
SP tidak tahu kayu gelondongan itu mau dibawa kemana. Namun, dia melihat secara jelas di tepi sungai wilayah Sekerak hingga Kota Kuala Simpang banyak ditemui kilang kayu.
Aktivitas kilang kayu terbanyak berada di Kota Lintang Bawah atau 200 meter setelah melintasi kolong jembatan Kuala Simpang.
"Kalau kayu itu ditebang dari kawasan hutan lindung, nekat juga mereka bawa rakit disiang bolong," ujarnya.
Menurut SP, pada 30 Oktober 2023 sekitar pukul 11.00 WIB, dirinya juga pernah menemukan kayu glebekan dijadikan rakit tertambat di tepi sungai kawasan hulu.
"Jumlah kayu-nya ada sekitar empat sampai lima gandeng. Tapi rakit kayu itu tak bertuan, disandarkan di tepi sungai begitu saja," ungkapnya.
Direktur Eksekutif LembAHtari, Sayed Zainal, mengaku miris jika itu diduga aktivitas ilegal logging melalui jalur sungai. Sebab, setiap tahun sungai Aceh Tamiang meluap diterjang banjir bandang, dan salah satu faktornya karena hutan sudah gundul.
"Disinyalir pembalakan liar masih berlangsung di hutan Aceh Tamiang dan kawasan hutan lindung Simpang Jernih, Aceh Tamiang," kata penggiat lingkungan tersebut pada HabaAceh.id, Rabu (22/11).
Aktivis lingkungan ini meyakini tidak ada cerita jeda tebang bagi para cukong kayu, meskipun eskalasinya tidak sebesar dulu. Terkait penampakan rakit kayu berjalan mulus dari aliran sungai Aceh Tamiang, LembAHtari akan menelusurinya ke pihak berwenang.
"Kami tanya info dulu dengan petugas KRPH Wilayah Babo, Bandar Pusaka. Mudah-mudahan bisa dapat info awal," ujar Sayed.
Laporan : Dede Harison










Komentar