Breaking News

Diduga Empat Tahun tak Masuk Kerja, Dua Honorer Kecamatan Syiah Utama Disebut Masih Terima Gaji Tiap Bulan

Diduga Empat Tahun tak Masuk Kerja, Dua Honorer Kecamatan Syiah Utama Disebut Masih Terima Gaji Tiap BulanFoto: Dok Pribadi
Iwan Kurana tokoh pemuda Samar Kilang

Redelong - Salah seorang pemuda Kecamatan Syiah Utama, Iwan Kurana, menduga dua oknum pegawai honorer di Kantor Camat Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, sudah empat tahun tidak bekerja. Namun, kedua honorer tersebut diduga masih menerima honor dari pemerintah setempat yang membuat Iwan geram.

“Sebenarnya ini mustahil terjadi. Namun apa boleh buat, oknum pegawai honorer ini harus diproses secara ketentuan yang berlaku,” kata Iwan kepada HabaAceh.id, Sabtu (25/5). 

Iwan mengaku kecewa kepada pejabat setempat yang menurutnya terkesan menutup mata terkait hal tersebut. Lagipula kedua honorer itu diduga sudah sangat lama tidak bekerja tetapi masih mendapat gaji bulanan. 

“Kami meminta pihak berwajib segera memproses oknum I dan AF ini, sebab mana mungkin Penjabat (Pj) Bupati sekarang tidak tahu bawahannya sendiri,” ujar Iwan.

Menurutnya dengan adanya teknologi sekarang akan memudahkan pelacakan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer.

"Dugaan kami ini sengaja ditutup-tutupi,” kata Iwan.

Sementara itu, Camat Syiah Utama, Mustakim, membantah I dan AF tidak pernah masuk kerja. Menurutnya selama ini keduanya masih tercatat aktif sebagai honorer di Camat Syiah Utama. 

"Memang kita tidak memaksakan mereka untuk setiap hari hadir ke kantor camat, sebab mereka berdomisili di Kecamatan Bandar, yang jaraknya ke Syiah Utama mencapai 50 kilometer dari Pondok Baru," kata Mustakim kepada wartawan HabaAceh.id

Dia juga mengaku melibatkan kedua honorer tersebut setiap memiliki agenda di kabupaten. Bahkan menurut Mustakim, keduanya ikut membantu kegiatan-kegiatan tersebut.

"Bayangkan honorium mereka hanya Rp450 ribu per bulan, jika mereka setiap hari harus ke Samar Kilang kan tidak mungkin. Justru itu kita mengambil kebijakan mekanismenya sistem shift," ungkap Mustakim. 

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...