Ratusan Siswa SD dan SMP Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu

Foto: Samsuddin/HabaAceh.id
Salah seorang peserta lomba jangin tingkat SMP sedang tampil di hadapan penonton dan dewan juri

Redelong - Ratusan siswa siswi tingkat SD dan SMP sederajat mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Bener Meriah, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Ruh Akbar, mengatakan terdapat enam kategori yang dipertandingkan dalam FTBI, yang akan berlangsung selama dua hari di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah.

Keenam kategori itu diantaranya, kekeberen, pedato, puisi Gayo, jangin (tembang tradisi), cerita singkat (cerita pendek), seni berakah dan komidi tungal atau stand up comedy.

Ruh Akbar menyampaikan untuk cabang seni berakah diikuti oleh peserta tingkat SMP sebanyak 13 orang dan tingkat SD 25 orang. 

Selanjutnya peserta seni kekeberen peserta tingkat SMP sebanyak 15 orang dan tingkat SD 26 orang, lomba cerite singket tingkat SMP sebanyak 16 orang dan SD 20 orang.

Kemudian lomba puisi Gayo tingkat SMP sebanyak 18 orang dan SD 20 orang, lomba mujangin tingkat SMP diikuti 20 peserta dan tingkat SD 24 peserta.

Sedangkan lomba pidato bahasa Gayo tingkat SMP diikuti 17 peserta dan tingkat SD sebanyak 22 peserta.

"Jumlah peserta yang mengikuti FTBI tahun 2024 untuk tingkat SD sebanyak 124 peserta dan SMP sebanyak 120 peserta," kata Ruh Akbar, Rabu (6/11).

Para pemenang lomba FTBI akan diperlombakan di tingkat provinsi hingga berlanjut tingkat nasional jika menjadi juara.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Bener Meriah, Armansyah, dalam sambutannya mengapresiasi Dinas Pendidikan, para panitia dan dewan juri yang menyelenggarakan FTBI tersebut.

Arman berharap festival tersebut dapat melahirkan generasi penerus yang membudayakan bahasa ibu di Kabupaten Bener Meriah. 

Tidak hanya itu, FTBI juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali penggunaan bahasa ibu oleh masyarakat, khususnya di Bener Meriah.

"Bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah diterbitkan surat Peraturan Bupati terkait penggunaan bahasa Gayo dan pakaian Kerawang Gayo pada hari Kamis di seluruh instansi, dan termasuk di instansi pendidikan," ujarnya.

Melalui festival tersebut juga diharapkan semakin banyak lahir penutur bahasa Gayo agar tidak terancam punah.

"Perkembangan zaman saat ini, banyak orang Gayo yang tidak menggunakan bahasa Gayo dalam bahasa keseharian, bahkan antara orang tua dan anak saja sudah tidak bahasa Gayo dan bila ini terus dibiarkan, bahasa Gayo akan terancam punah seiring berkurangnya penutur bahasa Gayo itu sendiri," pungkasnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...