Tingkatkan Pemasaran Produk IKM, Disperindag Bener Meriah Bikin Inovasi Digital Marketing

Tingkatkan Pemasaran Produk IKM, Disperindag Bener Meriah Bikin Inovasi Digital MarketingFoto: Dok. Andi
Para IKM saat mengikuti workshop dan sosialisasi yang dihelat Disperindag Bener Meriah

Redelong – Dinas Perdagangan Kabupaten Bener Meriah berinovasi untuk meningkatkan pemasaran produk kerajinan yang dibuat oleh para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) setempat. Melalui inovasi digital marketing, Dinas Perdagangan Bener Meriah mempromosikan produk-produk yang dibuat para pengrajin di bawah binaan.

“Hingga tahun 2023, tercatat sebanyak 2.043 IKM menjadi binaan Disperindag Bener Meriah. hasil karya mereka tersebut kita promosikan melalui inovasi digital marketing,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Dinas Perdagangan Bener Meriah, Andi Syahputra, kepada HabaAceh.id, Sabtu (2/11). 

Dalam mempromosikan produk IKM terutama produk unggulan seperti bubuk kopi, kerawang Gayo, kriya kayu dan lainnya, pihaknya bekerja sama dengan balai penerbangan di Curug Bandung dalam promosi. 

Andi mengatakan setelah memanfaatkan inovasi digital marketing, para pengusaha sudah bisa trending, sebagian sudah bersosialisasi di media sosial, dan juga beriklan. Bahkan sebahagian sudah membuat website seperti Shoppey. 

“Dari iklan itu mereka mendapatkan penitipan dan mendapatkan penjualan. Jadi, penjualan mereka tidak hanya di Aceh, bisa sampai luar Aceh bahkan luar negeri, mereka bisa berbisnis secara langsung dengan pelanggannya secara digital dengan marketplace,” ujar Andi.

Selain bekerja sama dengan penerbangan Curug, pelaku IKM juga sudah mendapatkan pembekalan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tentang cara sosialisasi menggunakan digitalisasi pada tahun 2023 lalu, termasuk untuk promosi.

Dia mengakui ketiadaan anggaran di tingkat kabupaten, membuat pihaknya harus menjemput program dari provinsi dan kementerian. Selain itu, mereka juga menjemput program dari stakeholder terkait agar mau membantu dan mengembangkan daerah.

Dalam memberikan daya tarik produk-produk tersebut, Disperindag Bener Meriah melakukan inovasi produk, seperti membuat kemasan semenarik mungkin, branding, pengurusan sertifikat halal, dan juga izin BPOM serta pendaftaran merk.

"Jadi, legalitas-legalitas seperti itu yang kita dorong untuk lebih mempunya daya saing. Branding lebih baik produk kita," katanya.

Andi menjelaskan, pada tahun 2023, Disperindag Bener Meriah juga menyerahkan bantuan alat kerajinan dan ukir kayu kepada enam kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah tersebut.

Kelompok penerima bantuan tersebut di antaranya, kelompok Aldeefa Wood dari Kampung Simpang Utama Kecamatan Bandar, Kelompok Rumah Sampah dari Kampung Simpang Balik Kecamatan Wih Pesam, dan Kelompok Rumah Kreatif Kayu dari Kampung Bale Atu Kecamatan Bukit.

Selanjutnya, Kelompok Rumah Kreatif Kenawat dari Kampung Kenawat Redelong Kecamatan Bukit, Kelompok Kriya Kayu Berendal dari Kampung Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam, dan Kelompok Rumah Kharisma Kayuni dari Kampung Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam.

Dalam mendukung optimalisasi manfaat dari pemberian bantuan alat kerajinan tangan dan ukir kayu itu, sebelumnya Disperindag Bener Meriah juga telah menyelenggarakan pelatihan handycraft pada 6 Desember 2022 yang lalu.

Pelatihan diikuti sebanyak 30 peserta dari IKM pengerajin tangan dan ukir kayu sebagai calon penerima bantuan alat secara hibah dari Pemkab Bener Meriah.

Sementara itu Ketua Kelompok Aldeefa Wood, Anto, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan alat untuk mengembangkan usaha. Namun, dia menyayangkan bantuan yang diterima tidak dikuasai untuk kepentingan kelompok, tetapi hanya dikuasai oleh individu.

“Saya selaku Ketua Kelompok Aldeefa Wood sudah beberapa kali meminta meminjam alat itu kepada pemegang alat, tetapi selalu tidak diizinkan dengan berbagai alasan. Jadi, selama ini saya mengunakan alat pribadi,” ujar Anto.

Padahal saat penyerahan, Pj Bupati Bener Meriah Haili Yoga sudah menegaskan bahwa alat tersebut merupakan hibah untuk kelompok. Dalam pernyataannya, Haili Yoga bahkan mengatakan lebih baik alat tersebut rusak karena dipergunakan daripada menjadi besi tua berkarat lantaran tak dipakai.

Namun kenyataanya, pemegang alat di kelompok Aldeefa Wood tersebut seperti mengabaikan penegasan Pj Bupati Bener Meriah. 

"Terkait hal ini kita juga sudah menyampaikan kepada Kabid Perindustrian. Jadi, selama ini produk-produk yang kita buat mengunakan alat pribadi, kendati kita punya alat kelompok yang dihibahkan oleh pemerintah,” ungkap Anto.(*)

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...