DPRK Abdya Geram Pemprov Diam Soal Kelangkaan BBM
Foto: Julida Fisma/HabaAceh.id"Yang terjadi saat ini di Aceh, sopir angkutan umum antrean bukan untuk menunggu isian minyak tapi mereka antre menunggu adanya minyak di SPBU," ujarnya.
Blangpidie - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku geram terhadap Pemerintah Aceh lantaran membiarkan terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama berbulan-bulan.
"Antrean kelangkaan minyak di Aceh sudah terjadi hampir tiga bulan namun tidak satupun pemangku kebijakan di Aceh yang angkat bicara soal itu," ungkap Anggota DPRK Abdya, Yusran Adek kepada HabaAceh.id Selasa (13/22).
Seakan-akan tambah Politisi Nasdem itu, kelangkaan BBM tidak pernah terjadi di Aceh padahal masyarakat harus antre setiap harinya.
"Yang terjadi saat ini di Aceh, sopir angkutan umum antrean bukan untuk menunggu isian minyak tapi mereka antre menunggu adanya minyak di SPBU," ujarnya.
Menurut Ketua Nasdem Abdya, kelangkaan BBM harus menjadi perioritas penting bagi pemerintah sehingga kelangkaan BBM di Aceh bisa teratasi.
"Kelangkaan minyak ini berefek pada pendapatan ekonomi masyarakat khusunya angkutan umum, para sopir mengeluh karena tidak bisa beraktivitas, lantaran minyak langka," imbuh Yusran.
Tentu kata anggota Komisi B itu, selaku anggota DPRK Abdya tidak mungkin pihaknya menyuarakan keluhan masyarakat ketingkat pusat.
"Tapi nyatanya hari ini, Pemerintah Aceh, DPR Aceh diam seakan membiarkan persoalan ini terus berlarut dirasakan masyarakat, ini yang membuat kita geram," tuturnya
Sementara kata Yusran, para sopir angkutan umum mengeluh dan mengadu persoalan kelangkaan BBM ke anggota DPRK.
"Kalau di luar Aceh antrean berjam-jam itu mungkin wajar untuk memperoleh minyak, tapi kita di Aceh antre saat SPBU kosong, bukan menunggu pengisian, ini yang sangat menyedihkan," ujarnya.
Yusran berharap Pemerintah Aceh mencari solusi sehingga kelangkaan BBM dapat teratasi.
"Kita berharap kepada gubernur dan DPRA jangan diam lah soal ini, karena kelangkaan BBM berimbas pada pendapatan dan ekonomi masyarakat," demikian tutupnya.










Komentar