Dana Desa di Pijay Bertambah Rp 12 Miliar, ini Prioritas Pengguaannya
Foto: Nas/MJC"Pidie Jaya masih bisa mempertahankan kabupaten tercepat penyaluran dana desa, sehingga Pidie Jaya mendapat sejumlah penghargaan, dan lima desa dihargai sebagai desa mandiri," ujar Hasbi.
Pidie Jaya - Dana Desa (DD) Pidie Jaya untuk tahun ini bertambah Rp 12 miliar. Penggunaan dana tersebut diatur untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga penanganan stunting dengan proporsi berbeda.
"Tahun 2023 DD Pidie Jaya meningkat, tahun 2022 Rp 151.647.000.000, sedangkan tahun ini menjadi Rp 163.021.845.000, atau (bertambah) sekitar Rp 12 miliar," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie Jaya, Hasbi, di ruang kerjanya, Kamis (12/1).
Penambahan 12 itu, katanya, berkat upaya semua dalam melakukan percepetan penyaluran DD ke kas masing-masing gampong.
Menurutnya, penggunaan DD tahun ini mengalami perubahan signifikan berdasarkan aturan dari Kemendagri dan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. Dana itu hanya boleh dipakai untuk BLT maksimal 25 persen dan minimal 10 persen.
"Pengalokasian minimal 10 persen itu jika di gampong terdapat masyarkat miskin ekstrim dengan katagori, lansia yang tinggal sendirian, Kepala Keluarga yang sakit parah, salah satu anggota keluarga cacat, keluarga/keluarga miskin yang hilang mata pencaharian," jelasnya.
Dia menyebutkan, prioritas berikutnya yakni ketahanan pangan minimal 20 persen, pencegahan stunting, penyertaan modal BUMG, pencegahan Covid-19, SDGs, peningkatan sumber daya manusia, pengadaan ruang pustaka desa.
"Pidie Jaya masih bisa mempertahankan kabupaten tercepat penyaluran dana desa, sehingga Pidie Jaya mendapat sejumlah penghargaan, dan lima desa dihargai sebagai desa mandiri," ujar Hasbi. (Nas/MJC)









Komentar