Dampak Banjir Pidie, Jalan hingga Bangunan Ambles ke Sungai

Dampak Banjir Pidie, Jalan hingga Bangunan Ambles ke Sungai Foto: Dok, istimewa

Pidie - Faktor cuaca buruk dan curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, telah menyebabkan banjir dan rusaknya beberapa titik akses jalan serta bangunan ambles ke sungai.

Seperti halnya di Gampong Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, setengah badan jalan desa diperkirakan sejauh 100 meter telah ambles ke sungai.

Sekretaris Desa Bukhari, mengatakan, longsor di ruas jalan tersebut diperkirakan terjadi pada pukul, 03.00 WIB, Senin (23/1).

Dikatakannya, tujuh unit rumah wargay ang tinggal di bantaran sungai juga dikhawatirkan akan ikut ambles. 

"Bagian belakang rumah warga yang sebelumnya ada tanggul, sudah tergerus air sungai," ujarnya kepada HabaAceh.id, Senin (23/1).

Sebagai tindakan darurat, kata dia, warga akan membuat tanggul sementara berupa karung berisi pasir untuk disusun di bantaran sungai yang ambles tersebut.

Selain itu tanggul sungai di Gampong Keulibuet, Kecamatan Pidie, tepatnya di sisi jalan yang menghubungkan Sigli-Jabal Ghafur juga dilaporkan ambles. Hal sama juga terjadi di tanggul sungai Neulhob Seumen, Teupin Raya di bahu jalan lintas Banda Aceh-Medan.

Selanjutnya di pusat pasar Kecamatan Kembang Tanjong, dilaporkan sebanyak enam unit bangunan kios juga ambles ke sungai.

Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie merilis data sebanyak 21 kecamatan mengalami dampak banjir.

Sebanyak 1.205 Kepala Keluarga (KK) atau 3.696 orang penduduk yang tersebar di Kecamatan Mutiara Timur, Mutiara, Kembang Tanjong, Indrajaya, Peukan Baro, dan Kecamatan Pidie telah mengungsi. (Muhammad Isa)

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...