19 Unit Rumah Rusak Akibat Banjir dan Angin Kencang di Pidie
Foto: Dok. BPBD Pidie "Saat ini banjir sudah surut, masyarakat yang mengungsi sudah kembali ke rumah mereka," ujarnya.
Pidie - Hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pidie, sehingga mengakibatkan 19 rumah unit warga rusak ringan hingga berat yang tersebar di lima kecamatan.
"Akibat musibah itu, sebanyak 11 unit dilaporkan rusak ringan, dan 8 unit rusak bera," kata Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Nasruddin kepada HabaAceh.id, Kamis (2/2).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang melanda Pidie, sejak Senin (30/1) lalu.
Dia menyebutkan rumah yang rusak berat dan ringan akibat hujan badai itu, tersebar di Kecamatan Padang Tiji, Batee, Delima, Pidie dan Kecamatan Simpang Tiga.
"Saat ini banjir sudah surut, masyarakat yang mengungsi sudah kembali ke rumah mereka," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Pidie dua kali berturut turut dilanda banjir di awal tahun ini, yaitu pada 21 dan 30 Januari 2023, ribuan warga dilaporkan terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam banjir.
Data BPBD Pidie, rumah rusak akibat bencana banjir dan angin kencang tersebar di Gampong Paloh, Kecamatan Padang Tiji, sebanyak empat unit rumah mengalami rusak ringan.
Gampong Dayah Baroh, Kecamatan Batee, sebanyak tiga unit rumah rusak ringan.
Di Kecamatan Delima, meliputi Gampong Lueng Dama terdapat satu unit rusak berat dan satu lagi rusak ringan.
Gampong Sagoe, dua unit rusak berat, satu ringan, Gampong Metareum, satu unit rusak ringan.
Selanjutnya Gampong Pulo Tunong, Gampong Raya Reubee, Gampong Ulee Tutue Raya, dan Gampong Pangoe, masing masing dilaporkan satu unit rumah penduduk setempat rusak berat.









Komentar