Data Sementara Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir di Pidie

Data Sementara Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir di PidieFoto: Muhammad Isa/HabaAceh.id
Jalan desa di Gampong Pulo Pisang sejauh 100 meter ambles ke sungai, Senin (23/1).

"Banjir mulai surut, pengungsi juga berangsur kembali ke rumahnya, namun demikian beberapa titik masih dibuka dapur umum," ujarnya.

Sigli - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie terus mendata kerusakan yang diakibatkan bencana banjir di daerah itu. 

Dalam data terbaru Selasa (24/1) BPBD mencatat 1.200 meter jalan desa rusak akibat banjir, 671 meter daerah aliran sungai terjadi longsor, dan sebanyak 1.298 hektar lahan pertanian terendam. 

Kepala Pelaksana BPBD Pidie Muhammad Rabiul menyebutkan, sebanyak 21.299 jiwa dalam 7.078 KK  dari 317 gampong yang tersebar di 21 kecamatan mengalami dampak banjir.

Sebanyak 2.996 unit rumah terendam, dan 2.369 KK atau 7.388 jiwa mengungsi akibat banjir.

"Banjir mulai surut, pengungsi juga berangsur kembali ke rumahnya, namun demikian beberapa titik masih dibuka dapur umum," ujarnya. 

Selain itu, BPBD mencatat satu sekolah, satu rumah ibadah terendam dan tiga dayah di Gampong Tibang dilaporkan rusak ringan akibat banjir. 

Kemudian, satu unit rumah rusak berat di Gampong Keumuneng, Kecamatan Kembang Tanjong, satu unit rumah rusak ringan di Gampong Ingin Jaya, Muara Tiga. 

Untuk menangani bencana banjir tersebut, Senin (23/1) kemarin, Pemerintah Kabupaten Pidie telah menetapkan status darurat bencana, usai rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan di pendopo bupati. (Muhammad Isa)

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...