Tanggul 122 Meter Rubuh Diterjang Arus Sungai Aceh Tamiang, BPBD Kerahkan Dua Beko
Karang Baru – Tanggul beton sepanjang 122 meter rubuh diterjang arus sungai banjir di Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang langsung mengerahkan dua unit alat berat beko dan mengukur kerusakan tanggul.
”Panjang tanggul beton itu sekitar 122 meter, setelah diukur yang sudah tampak ambruk miring ke sungai sepanjang 24 meter,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery kepada HabaAceh.id, Rabu (27/11).
Ia menjelaskan, kerusakan tanggul disebabkan hantaman arus sungai akibat hujan deras yang terjadi, Selasa (26/11) malam. Bila curah hujan masih tinggi dikhawatirkan bisa memperluas kerusakan baru pada badan tanggul tanah yang juga rentan jebol.
Pihaknya mendapat laporan tanggul rubuh dari warga desa setempat pada pukul 09.30 WIB. Kemudian Kalak memerintahkan regu jaga Pusdalops-PB, Satgas SAR dan Tim Reaksi Cepat (TRC) turun ke lokasi melakukan pengumpulan data.
”Tadi sore baru saja selesai diperbaiki menggunakan dua alat berat. Mudah-mudahan kuat menahan air,” ucapnya.
Menurut pria yang akrab disapa Bayu ini, penanganan tanggul dilakukan dengan mengeruk tanah di area DAS untuk meningkatkan titik tanggul yang kritis. Diakui satu unit alat berat yang digunakan amilik nggota DPRA M Zakiruddin.
”Hari ini debit sungai masih naik, sementara ada beberapa titik tanggul labil yang perlu kita waspadai,” pungkas Bayu.
Terpisah, Pj Bupati Aceh Tamiang Asra meminta kepada petugas BPBD Aceh Tamiang untuk melakukan penanggulangan secepatnya untuk meminimalisir kerusakan pada tanggul tidak sampai melebar.
“BPBD lagi bekerja, informasinya tanggul yang rubuh di Desa Raja sudah tertangani,” ujar Asra.







Komentar