Spanduk Penolakan Kedatangan Anies Bertebaran di Banda Aceh
Foto: istimewa"Dapat kita jelaskan bahwa spanduk yang dinaikkan tersebut menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Kota Banda Aceh," lanjutnya.
Banda Aceh - Spanduk penolakan kedatangan bakal calon presiden yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan bertebaran di sejumlah titik di Banda Aceh. Pada spanduk tersebut tertera gambar karikatur Anies yang ditimpa dengan simbol larangan.
Selain itu, spanduk yang juga memuat gambar Tugu Simpang Lima Banda Aceh itu tertera tulisan 'Anis munafik! membawa agama untuk politik warga Aceh tidak butuh bapak politik identitas yang memecah belah bangsa'.
Di bawah gambar karikatur Anies juga tertulis 'Aceh tolak politik identitas!!!'.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh Daniel Abdul Wahab mengatakan, spanduk tersebut terpasang di sejumlah titik dan menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.
"Inikan membuat suasana politik yang tidak sehat. Saya selaku anggota DPRK Banda Aceh, ini sangat disayangkan cara-cara berpolitik yang tidak sehat yang diperagakan oleh oknum-oknum yang ada di kota Banda Aceh," kata Daniel saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Kamis (1/12).
"Dapat kita jelaskan bahwa spanduk yang dinaikkan tersebut menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Kota Banda Aceh," lanjutnya.
Politisi muda Partai NasDem itu menduga tindakan pemasangan spanduk penolakan terhadap kedatangan Anies ke Aceh ini dilakukan oleh orang-orang yang pandai berpolitik, namun bodoh dalam berpraktik.
Ia mengatakan, spanduk penolakan terhadap Anies dan NasDem ini sudah terjadi berulangkali. Sehigga, ia meminta agar pihak keamanan dapat menelusuri siapa sosok di balik penebar spanduk ini.
"Dari kemarin kita sudah mendapatkan berbagai spanduk propaganda yang dilakukan oleh pihak tertentu kepda NasDem dan juga Anies yang akan datang besok. Kita minta kepada pihak keamanan untuk bisa menelusuri terhadap penebar spanduk yang menimbulkan hoax atau kebencian antar sesam masyarakat," ujarnya.
Seperti diketahui, Anies sendiri dijadwalkan akan melakukan safari politik ke Aceh pada tanggal 2-3 Desember 2022. Terdapat sejumlah agenda dalam kunjungan ini, di antaranya bertemu dengan sejumlah ulama Aceh, tokoh masyarakat, jalan santai dan silaturrahmi bersama masyarakat Aceh.









Komentar