Siswa Nagan Raya Sulap Barang Bekas Menjadi Nilai Ekonomis

Siswa Nagan Raya Sulap Barang Bekas Menjadi Nilai EkonomisFoto: Lukman/HabaAceh.id
Festival pameran sekolah penggerak se-Kabupaten Nagan Raya.

"Walaupun semua bahan dasarnya barang-barang bekas, tapi dengan kreatifitas bisa menjadi bahan bernilai ekonomis," ungkapnya.

Nagan Raya - Ratusan miniatur unik terbuat dari berbagai bahan baku dipamerkan oleh para siswa di stand pendidikan sekolah penggerak se-Kabupaten Nagan Raya.

Festival pameran yang selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nagan Raya itu berlangsung di Alun-alun Suka Mamue, Selasa (13/12). Pagelaran ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menciptakan hal-hal baru di lingkungan sekolah. 

Adapun peserta pameran tersebut berasal dari sembilan sekolah penggerak terdiri dari 9 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.

Amatan HabaAceh.id, para pengunjung tampak sangat antusias melihat hasil karya kreatifitas para siswa-siswi di sepanjang tribun alun-alun Suka Makmue tersebut. Hasil kerajinan itu, umumnya memanfaatkan barang bekas yang disulap menjadi bernilai ekonomis.

Jenis pameran yang ditampilkan bermacam ragam, menariknya setiap sekolah mempunyai ciri khas masing-masing seperti miniatur dari batok kelapa dan hiasan dinding lainya.

Salah seorang guru penggerak, Ade Ulfa Lihanda, mengatakan pameran karya kreatifitas itu merupakan kewajiban setiap sekolah penggerak di Nagan Raya agar menjadi lokomotif bagi sekolah lainya.

"Festival ini merupakan program wajib yang harus disiapkan oleh sekolah penggerak di nagan raya, alhamdullillah dengan ada kegaiatan seperti ini para siswa bisa berinovasi untuk membuat produk produk bernilai ekonomis", katanya.

Salah seorang peserta dari SMP IT Nurul Ikhwah Boarding School, Cantika Rifa Azzahra, mengaku senang bisa ikut serta dalam pameran tersebut. Menurutnya, festival pameran itu bisa memberikan ilmu dan wawasan baru saat melihat semua karya siswa lainnya yang juga sangat bernilai.

"Walaupun semua bahan dasarnya barang-barang bekas tapi dengan kreatifitas bisa menjadi bahan bernilai ekonomis," ungkapnya. 

Dalam pameran itu, tak hanya memamerkan miniatur unik tetapi juga memamerkan hasil ilmu pengetahuan dari masing-masing sekolah seperti alat-alat kimia. Bahkan, pengunjung ikut mencoba eksperimen para siswa-siswi tersebut. (Lukman)

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...