Sepuluh Rumah Warga Bener Meriah Terbakar, Ini Dugaan Awal Sumber Api
Foto: Samsuddin/HabaAceh.idRedelong - Rumah milik Salat diduga menjadi sumber api yang membakar sepuluh unit rumah warga Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah pada Rabu (22/5) sekira pukul 00.30 WIB tadi. Rumah tersebut selama ini kosong dan kerap menjadi lokasi tongkrongan anak-anak sekolah.
"Dugaan saya ada api awalnya bersumber dari rumah Salat, rumah itu selama ini kosong dan pada siang hari, anak sekolah sering masuk ke sana dari cerita-cerita warga," ungkap Mukhlisin (31) warga Bahgie Bertona yang turut menjadi korban terdampak kebakaran pada dinihari tadi.
Meskipun demikian, Mukhlisin mengaku tidak tahu apa yang dilakukan anak-anak sekolah di dalam rumah tersebut.
Mukhlisin mengisahkan arus listrik juga putus sebelum kebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman tersebut. Kira-kira setengah jam kemudian, dia mendengar suara teriakan orang minta tolong.
Mukhlisin bergegas keluar dan melihat dua unit rumah sudah terbakar.
"Kebetulan saat itu saya belum tidur, ketika mau tidur, tiba-tiba mendengar suara teriakan, 'tolong-tolong, kebakaran'. Kejadiannya sekira pukul 00.30 WIB, setelah keluar saya melihat dua unit rumah sudah terbakar," ungkap Mukhlisin kepada HabaAceh.id, Rabu pagi.
Mukhlisin lantas masuk ke rumahnya lantaran asap mulai mengepul di dalam. Pria tersebut sempat sesak karena kepulan asap dan berteriak minta tolong sembari berusaha menyelamatkan orangtua, istri, dan sang anak.
Mukhlisin membuka pintu rumah dan melihat masyarakat sudah ramai berdatangan. Mereka selanjutnya turut membantu memindahkan barang-barang Mukhlisin agar tak dijamah "si jago merah."
"Saya tidak tahu barang berharga apa yang berhasil diselamatkan, sebab saat itu saya sudah panik dan sesak, tapi masih bisa mengambil berkas yang tersimpan di dalam lemari," kata Mukhlisin.
Mukhlisin mengaku saat kejadian, angin juga berhembus kencang sehingga api dengan cepat melalap rumah-rumah warga yang berkonstruksi papan.
Pasca kebakaran menghanguskan rumahnya, Mukhlisin bersama istri untuk sementara menumpang di rumah kakaknya. "Untuk ke depannya saya belum tahu," kata Mukhlisin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah terlihat sudah menyalurkan banutan masa panik, seperti logistik dan sembako. Mereka juga telah mendirikan tenda posko pengungsian untuk para korban kebakaran tersebut.
"Mudah-mudahan korban diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Juga diimbau kepada masyarakat untuk terus waspada, saat ini cuaca di Bener Meriah, angin kencang dan hujan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda Dusun Mutuah, Kampung Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, Bener Meriah. Sebanyak sepuluh unit rumah terbakar, dan dua unit lainnya berdampak.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.05 WIB, Rabu (22/5). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.









Komentar