Sempat Terhenti Akibat Covid-19, Bandara SIM Kembali Layani Penerbangan Umrah ke Tanah Suci
Foto: Dok Dishub Aceh“Penerbangan ini menjadi jawaban dari harapan masyarakat Aceh agar bisa berangkat umrah langsung ke Tanah Suci melalui Bandara Sultan Iskandar Muda,” kata Mawardi.
Aceh Besar - Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki diwakili Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Mawardi melepas keberangkatan 210 jemaah umrah asal Aceh ke Tanah Suci Arab Saudi di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Kamis (12/1).
Keberangkatan jemaah umrah yang berasal dari sejumlah daerah di Aceh ini merupakan penerbangan perdana setelah berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19.
Mawardi mengatakan, bahwa kembali beroperasinya penerbangan umrah dari Bandara SIM merupakan anugerah Allah yang patut disyukuri bersama.
“Penerbangan ini menjadi jawaban dari harapan masyarakat Aceh agar bisa berangkat umrah langsung ke Tanah Suci melalui Bandara Sultan Iskandar Muda,” kata Mawardi.
Beberapa waktu sebelumnya, sebut Mawardi, penerbangan jemaah umrah asal Aceh dilakukan melalui Bandara Kualanamu, Medan, karena Bandara SIM belum terbuka untuk penerbangan internasional. Hal itu tentu menjadi kendala, karena selain jarak lebih jauh dan menguras energi, biaya umrah juga bertambah.
“Kondisi seperti ini tentu merugikan jamaah dan pihak travel. Bahkan, ada beberapa travel yang memberangkatkan jamaah ke Bandara Kualanamu dengan menggunakan bus karena biaya tidak cukup,” ujar Mawardi.
Oleh sebab itu, penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh ke Arab Saudi ini akan semakin mempermudah para jemaah.
“Insya Allah, berangkat langsung dari Bandara SIM akan semakin mempermudah urusan para jamaah umrah karena tidak perlu membuang waktu transit yang lama, sehingga dapat fokus pada pelaksanaan ibadah umrah,” sebutnya.
Menurut Mawardi, penerbangan umrah perdana yang diselenggarakan oleh Maskapai Lion Air ini menggunakan pesawat jenis Boeing 737-9 dengan tujuan Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara King Muhammad Abdul Aziz Madinah.
“Pemerintah Aceh menyambut baik keputusan Lion Air membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi. Hal ini juga membuktikan bahwa Bandara SIM siap melayani penerbangan Internasional,” tutut Mawardi.
“Mudah-mudahan kehadiran penerbangan ini tidak hanya mendorong masyarakat Aceh lebih bersemangat lagi dalam menunaikan ibadah umrah, tetapi juga membawa dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh di tahun-tahun mendatang,” tambah Mawardi.
Selain itu, Mawardi juga mengimbau para jemaah umrah asal Aceh agar senantiasa menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. dirinya juga menitip doa untuk kemaslahatan daerah dan masyarakat Aceh ke depannya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lion Air, Capt. Wamildan Tsani Panjaitan menyampaikan, bahwa pihaknya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, sehingga dengan koordinasi yang baik penerbangan umrah perdana dari Banda Aceh bisa dilaksanakan.
Penerbangan umrah dari Bandara SIM, kata Wamildan, akan sangat membantu dan mempermudah masyarakat Aceh, khususnya yang berasal dari wilayah barat selatan Aceh dan sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar.
Tidak hanya itu, Wamildan juga menyampaikan, pada penerbangan kali ini Lion Air akan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-9 yang baru saja menyelesaikan proses sertifikasi pada minggu yang lalu. Pesawat ini juga memiliki kabin mewah dan nyaman yang dirancang untuk mampu terbang di atas 10 jam.
“Kami berkomitmen memberi pelayanan dan pengalaman terbaik bagi masyarakat Aceh. Terima kasih telah mempercayai Lion Air untuk melakukan perjalanan umrah,” tutupnya.








Komentar