Santri dan Guru di Dayah Aceh Utara Terjebak Banjir
Foto: istimewa“Banjir sudah masuk dalam pekarangan sejak kemarin, hingga saat ini air sudah mencapai atap balai pengajian,” katanya.
Aceh Utara- Curah hujan dalam dua hari terakhir di Kabupaten Aceh Utara mengakibatkan sejumlah kecamatan terendam ikut terendam banjir.
Hujan deras yang kembali mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit air meningkat. Bahkan 30 santri dan 14 guru di Dayah Bustanul Muttaqin Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan terjebak banjir, Minggu (22/1).
Pimpinan Dayah Bustanul Muttaqin, Tgk Muslem menyebutkan saat ini debit air terus naik dan bahkan santri beserta guru terpaksa mengungsi ke gedung yang tinggi.
“Banjir sudah masuk dalam pekarangan sejak kemarin, hingga saat ini air sudah mencapai atap balai pengajian,” katanya.
Dia menyebutkan dirinya sudah menghubungi pihak tim SAR serta pihak Kecamatan. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban kapan mereka akan dievakuasi.
“Kami sangat berharap agar segera dievakuasi, bahkan banjir pun belum ada tanda-tanda kapan akan surut,” jelas Muslem.
Koordinator BPBD Aceh Utara, Zulfikar Syadli menyebutkan berdasarkan informasi diterima sementara ini ada empat kecamatan ikut terendam banjir, yakni Kecamatan Langkahan, Matangkuli, Tanah Luas, dan Samudera. Sedangkan kondisi saat ini air terus naik akibat luapan sungai (krueng) Keureuto.
“Kita terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan. Terkait dengan korban banjir di Kecamatan Langkahan sudah dilakukan evakuasi dengan menggunakan boat,” ujar Zulfikar.





Komentar