Respons Pemerintah Lamban, Korban Banjir Matangkuli Kecewa

Respons Pemerintah Lamban, Korban Banjir Matangkuli KecewaFoto: Mulyadi/HabaAceh.id
Tokoh pemuda Matangkuli, Zulfadli

Setiap tahun saat banjir datang, warga hanya menerima bantuan berupa mie instan tanpa ada tindakan lebih lanjut yang bisa meringankan beban mereka.

Lhoksukon – Warga korban banjir di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons pemerintah daerah yang dinilai lamban dan kurang memadai dalam menangani bencana banjir. 

Tokoh Pemuda Matangkuli, Zulfadli, mengatakan hingga dua hari setelah banjir melanda, belum ada pejabat pemerintah yang mengunjungi lokasi pengungsian untuk melihat langsung kondisi para korban.

"Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang seolah-olah mengabaikan kami yang sedang tertimpa musibah ini," ujar Zulfadli kepada HabaAceh.id, Selasa (8/10).

Zulfadli menyampaikan, setiap tahun saat banjir datang, warga hanya menerima bantuan berupa mie instan tanpa ada tindakan lebih lanjut yang bisa meringankan beban mereka.

"Setiap tahun kami hanya mendapatkan bantuan Indomie. Kami berharap ada pejabat yang datang langsung melihat keadaan kami, agar bisa mengetahui apa yang sebenarnya kami butuhkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Zulfadli juga menyoroti kondisi kesehatan warga yang mulai terdampak. Banyak warga mengalami lecet di kaki akibat terlalu lama terendam air banjir.

"Untuk saat ini posko pengobatan sangat dibutuhkan karena kondisi kesehatan warga mulai terganggu," tambahnya.

Zulfadli menjelaskan saat ini, warga terpaksa bergotong royong membeli kebutuhan pokok, mengingat bantuan dari pemerintah yang diharapkan belum juga tiba.

"Masyarakat berharap agar pemerintah segera turun tangan dengan memberikan bantuan yang lebih signifikan dan memadai, baik dalam bentuk kebutuhan pokok maupun layanan kesehatan," tutupnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...