Breaking News

Ragam Temuan Pansus di RSUTP: Lalat, Nepotisme hingga Mark Up

Ragam Temuan Pansus di RSUTP: Lalat, Nepotisme hingga Mark UpFoto: Julida Fisma/HabaAceh.id
Sekretaris Fraksi Abdya Sejahtera, Zulkarnain saat membacakan hasil temuan pansus di Gedung DPRK setempat.

“RSUTP ini ibarat sebuah home industri atau ibarat perusahaan pribadi yang dikelola oleh sekelompok orang yang di dalamnya terjadi konspirasi yang sangat kental.

Blangpidie - Selama 10 hari membentuk Panitia Khusus (Pansus) Daya, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan beragam persoalan di Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP). Persoalan itu mulai dari lalat, pemborosan anggaran, nepotisme hingga praktik mark up.

"Kami dari tim Pansus Fraksi Abdya Sejahtera telah melaksanakan pansus selama 10 hari di RSUTP Abdya," ujar Sekretaris Tim Pansus Fraksi Abdya Sejahtera, Zulkarnain saat membacakan hasil temuan di Aula Gedung Dewan setempat, Selasa sore (7/2).

Tambah Zulkarnain, dari hasil pelaksanaan pansus banyak hal dan persoalan yang mereka temukan mulai dari makanan yang dihinggapi lalat tidak higienis, pemborosan anggaran, pembengkakan tenaga kontrak, praktik mark up hingga indikasi nepotisme.

“RSUTP ini ibarat sebuah home industri atau ibarat perusahaan pribadi yang dikelola oleh sekelompok orang yang di dalamnya terjadi konspirasi yang sangat kental. Bahwa pejabat teras RSUTP terindikasi mempunyai hubungan keluarga yang sangat erat satu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Menurut Politisi PKB itu, pelaksanaan pansus merupakan tanggung jawab dan tugas pokok DPRK, bukan soal suka tidak suka, bahkan soal orang sana orang sini, bukan karena sok kenal sok dekat bukan juga soal benci roman tapi pelaksanaan Pansus adalah perintah dari tupoksinya DPR.

“Maka kalau ada yang terganggu dan terusik saat tim Pansus turun ke SKPK maka saran kami silahkan pejabatnya datang ke psikiater untuk memastikan tingkat pengaruh akal sehatnya,” tuturnya.

Menurutnya, tujuan pansus dilaksanakan dalam koridor pengawasan dengan tujuan memperbaiki kinerja pengguna anggaran, pengendali dan pelaksana kegiatan dan bukan untuk mencari kesalahan.

“Perlu kami sampaikan bahwa dalam pelaksanaan pansus ini kami tidak bermaksud ingin mencari kesalahan, tetapi kami ingin turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi dan isu-isu yang berkembang di masyarakat agar kami selaku wakil rakyat dapat menanggapi isu-isu tersebut,” jelasnya.

Zulkarnain berharap agar apa yang telah disampaikan di rapat paripurna tersebut untuk bisa ditindaklanjuti sehingga ada perbaikan ke arah lebih baik lagi.

“Tim Pansus berharap agar kondisi ini bisa berubah pada masa-masa yang akan datang. Karena perlu kita pahami bersama bahwa terwujudnya sebuah pemerintahan yang baik apabila semua stakeholder atau penyelenggara pemerintah bisa saling menghargai satu sama lainnya,” jelasnya. 

 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...