Puluhan Warga Geruduk Kantor Panwaslih Banda Aceh Tuntut Transparansi OTT Money Politik Pilkada
Banda Aceh – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Panwaslih Pilkada Kota Banda Aceh, Selasa (3/12) malam.
Pantauan HabaAceh.id di lokasi pada pukul 22.10 WIB, situasi sempat memanas dengan aksi saling dorong antara pihak keamanan dengan para pendemo.
Koordinator aksi, Linda mengatakan, kehadiran mereka tersebut guna menuntut kejelasan dan tindakan tegas terkait dugaan praktik money politik dalam Pilkada Banda Aceh yang sempat terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Bahkan, dia mengungkapkan bahwa OTT tersebut melibatkan tim pasangan calon wali kota dan wakil walikota nomor urut 01 Illiza Sa'aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah.
“OTT itu terjadi di malam sebelum pencoblosan, pada 26 November. Disitu ditemukan adanya dugaan pembagian uang di warung kopi yang dilaporkan oleh warga," kata Linda.
Namun, menurutnya, Panwaslih Banda Aceh menyatakan bahwa hasil OTT tersebut tidak memenuhi unsur pelanggaran. Pernyataan tersebut memicu ketidakpuasan di kalangan massa, yang kemudian menduduki kantor Panwaslih hingga pukul 23.20 WIB sebagai bentuk protes.
Linda menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kekecewaan rakyat terhadap keputusan Panwaslih Kota Banda Aceh yang dianggap mencederai integritas pemilu.
“Kami memilih tanpa uang, dan ini soal harga diri kami sebagai pemilih. Kami hanya ingin Panwaslih menjelaskan langkah hukum apa yang akan diambil terkait temuan OTT tersebut,” katanya.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, Panwaslih Banda Aceh belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai tindak lanjut temuan OTT tersebut.





Komentar