Masyarakat Relokasi 241 Etnis Rohingya ke Pesisir Pantai Kulee Pidie
Foto: Muhammad Isa/HabaAceh.idSigli - Sebanyak 241 warga muslim Rohingya, yang sebelumnya diberitakan berjumlah 220 orang, kini dipindahkan dari meunasah ke pesisir pantai Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Pidie, Minggu (19/11) sekitar pukul 22.00 WIB.
Pemindahan ratusan warga Rohingya tersebut disampaikan Panglima Lhok Kuala Beurandeh, Zakaria, saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Senin (20/11) malam.
"Insya Allah mereka dalam keadaan sehat, saya selaku panglima laot bersama masyarakat, siap memberi bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya," ujar Zakaria.
Secara kemanusiaan, dirinya selaku panglima laot, kepala desa dan juga masyarakat setempat, tidak tega jika etnis Rohingya yang mayoritas perempuan dan anak-anak itu dikembalikan ke lautan. Meskipun demikian, masyarakat berharap pemerintah pusat dapat mencari solusi atas permasalahan tersebut.
"Pihak IOM masih berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait pengungsi Rohingya," kata Zakaria.
Dia mengatakan, saat ini terdapat 241 etnis Rohingya yang ditampung di pesisir pantai Gampong Kulee, terdiri dari 71 laki-laki dewasa, selanjutnya 84 perempuan dewasa, sebanyak 43 anak laki-laki, kemudian 31 anak perempuan, dan 12 anak usia di bawah tiga tahun.
Sebelumnya, Keuchik Gampong Kulee, Tgk Muhammad mengatakan, masyarakat meminta agar orang Rohingya yang saat ini ditampung di meunasah segera dipindahkan ke tempat lain.
"Kami sudah memberi pertolongan darurat secara kemanusiaan, kami tidak bisa menampung mereka di meunasah," ujarnya.
Dia mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab jika hendak menampung orang Rohingya tersebut.
Namun, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Abu Faisal, meminta masyarakat Aceh untuk tetap membantu warga etnis Rohingya yang mendarat di Aceh.
Menurut Abu Faisal, sebagai umat Islam, warga Aceh wajib menolong semampunya dalam konteks kemanusiaan. Sementara untuk penanganan lebih lanjut menjadi tanggung jawab penuh pemerintah Pusat.
“Hewan dia tidak punya akal, tapi kita berdosa apabila kita biarkan dalam keadaan kelaparan, tidak kita obati ketika dia sakit, tidak kita bantu apabila hewan itu kena sebuah musibah. Apalagi ini manusia jadi tidak ada alasan untuk tidak membantu,” kata Abu Faisal, kepada HabaAceh.id, Senin (20/11).










Komentar