Breaking News

Mafindo Aceh Gandeng MPU Latih Lansia dan Remaja Cegah Hoaks

Mafindo Aceh Gandeng MPU Latih Lansia dan Remaja Cegah HoaksFoto: istimewa
Pelatihan cegah hoaks untuk lansia di Aceh.

"Dengan pelatihan ini, baik lansia maupun para kaum muda lebih teliti dalam menyampaikan informasi dan ketika mendapat informasi, sehingga tidak terjebak dengan hoaks," kata Lem Faisal.

Banda Aceh - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Aceh menggelar pelatihan digital untuk mencegah informasi hoaks di tahun politik yang tahapannya mulai berjalan. 

Pelatihan yang turut menggandeng Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tersebut, berlangsung di Aula MPU setempat, Sabtu (28/1). Jumlah peserta sebanyak 200 orang, dengan rincian 100 orang lansia dan 100 dari kalangan kawula muda. 

Tema pelatihan untuk para lansia yakni tular nalar Akademi Digital Lansia (ADL) sedangkan untuk kawula muda disebut tular nalar Sekolah Kebangsaan (SK). Kedua kegiatan dilaksanakan secara terpisah di hari yang sama. ADL berlangsung pagi dan SK pada siang hari.

Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali, mengatakan kegiatan itu diadakan untuk mengedukasi lansia dan kawula muda di tahun politik yang sudah mulai berjalan. Sehingga tidak terjebak oleh informasi bohong dan menjadi bagian dalam menyebar fitnah di tengah masyarakat. 

"Dengan pelatihan ini, baik lansia maupun para kaum muda lebih teliti dalam menyampaikan informasi dan ketika mendapat informasi, sehingga tidak terjebak dengan hoaks," kata Lem Faisal.

Koordinator Mafindo Aceh, Destika Gilang Lestari menyampaikan bahasa program tular nalar ini merupakan program Mafindo atas dukungan Google.org di 37 provinsi di Indonesia. 

"Tular nalar ADL, pelatihan yang melibatkan lansia dari berbagai kalangan dan lintas profesi berusia lansia, pra lansia, dan pendamping lansia. SK melibatkan orang muda yang terdiri dari pelajar beberapa sekolah menengah sederajat, sebagian besar generasi first time voters, serta mahasiswa dari berbagai universitas dan para remaja di Aceh," kata Destika Gilang. 

Ia berharap, dengan pelatihan ini baik lansia maupun kawula muda di Aceh dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk melawan mis-informasi dan disinformasi di era serba digital ini. 

"Apalagi pada tahun politik pada pemilu serentak tahun 2024 yang tahapannya sudah mulai berjalan di seluruh Indonesia," ujarnya.

 

 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...