Karyawan Perkebunan Sawit di Aceh Tamiang Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Tergantung
Foto: Dok, istimewa"Diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar 7 jam," sebutnya.
Aceh Tamiang - Salah seorang karyawan perkebunan kelapa sawit PT Rapala, AN (37) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher tergantung di bawah tangga rumahnya di Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Sontak peristiwa itu juga sempat menggegerkan warga setempat.
Kapolsek Bendahara Polres Aceh Tamiang, Iptu Tarmidi, mengatakan penemuan itu pertama kali diketahui oleh dua orang rekan kerja korban Supriadi (49) dan Irfanda (29) saat hendak menjemputnya untuk bekerja.
"Kedua temannya rencananya hendak menjemput korban untuk bekerja. Sebab, korban seharusnya masuk sif kerja pagi menggantikan teman lainnya di PT. Rapala," kata Tarmidi, Sabtu (24/12)
Tarmidi menuturkan, Supriadi dan Irfanda tiba di rumah korban sekitar pukul 08.30 WIB, setiba di depa rumah AN keduanya memanggil korban hingga berkali-kali namun tidak ada jawaban.
"Tidak ada jawaban dari korban, meski sudah beberapa kali temannya memanggil," ujarnya.
Lantara tidak ada jawaban, keduanya kemudian bertanya kepada salah seorang tetangga depan rumah korban untuk memastikan apakah rekan mereka sedang berada di rumah atau sudah keluar.
"Ada di dalam rumah itu dia (korban)," kata Tarmidi mengulang keterangan saksi.
Karena itu, kemudian kedua teman korban mencoba mengintip dari sela jendela rumah namun tidak melihat AN. Selanjutnya, keduanya berencana mendobrak pintu rumah agar bisa masuk ke dalam. Akan tetapi, rencana keduanya tidak dilakukan karena pintu rumah tidak terkunci.
"Sesampainya di dalam rumah keduanya terkejut ketika melihat korban sudah tidak sadarkan diri, dengan posisi berdiri dan leher terikat tali nilon serta tergantung di tangga tingkat dua rumahnya," tuturnya.
Atas temuan itu, keduanya kemudian langsung memberitahukan kepada para tetangga dan jasad korban dibantu dievakuasi oleh masyarakat setempat. Selanjutnya langsung menghubungi petugas medis dari Puskesmas Bendahara guna melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan, sebut Tarmidi, petugas medis tidak menemukan adanya luka serta tanda kekerasan di tubuh korban.
"Diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar 7 jam," sebutnya.
Lebih lanjut, kata Tamidi, berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga serta kerabatt korban, AN selama ini tidak memiliki masalah baik dengan masyarakat maupun teman-teman seprofesi dengannya, begitu juga dengan riwayat penyakit.
Tarmidi mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut untuk mengetahui motif di balik peristiwa kematian korban yang diduga bunuh diri.
"Masih dalam penyelidikan Polsek Bendahara untuk penyelidikan lebih lanjut, saat ini 1 unit handphone milik korban sudah kami amankan, namun kondisi HP masih dalam keadaan terkunci," pungkasnya.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.






Komentar