Kadiskes Takengon Diminta Evaluasi Kinerja Buruk Puskesmas Bintang

Kadiskes Takengon Diminta Evaluasi Kinerja Buruk Puskesmas BintangFoto: HabaAceh/Arsadil L
Bangunan Pukesmas Bintang, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah

"Kita sudah pernah protes atas pelayanan Puskesmas, dan disepakati kepala dinas kesehatan membuat jadwal piket dokter 24 jam di Puskesmas Bintang ini," ujar Sila.

Takengon – Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah diminta untuk mengevaluasi kinerja para dokter di Puskemas Bintang yang dinilai lalai dalam melaksanakan tugasnya. Pelayanan buruk itu dianggap menjadi salah satu penyebab Alfidah, balita berusia 4,5 tahun meninggal dunia.

Permintaan itu disampaikan Sila, salah seorang pemuda Kecamatan Bintang, Aceh Tengah atas kekecewaannya terhadap kinerja dokter di puskesmas setempat. Sila mengatakan pelayanan di Pukesmas Bintang cukup mengecewakan. Dokter sering tidak berada ditempat, kebersiahan juga tidak menunjukkan sebagai sebuah pusat kesehatan masyarakat.

Menurut Sila, setiap warga yang berobat selalu dirujuk ke RSUD Datu Beru. Padahal menurutnya bisa dirawat di Pukesmas dengan keluhan ringan. Sebelumnya, kata dia, pemuda  Bintang pernah protes atas layanan tersebut,  

"Kita sudah pernah protes atas pelayanan Puskesmas, dan disepakati kepala dinas kesehatan membuat jadwal piket dokter 24 jam di Puskesmas Bintang ini," ujarnya kepada wartawan di Aceh Tengah, Rabu (28/12) di Takengon.

Namun janji ini menurutnya tidak benar-benar terealisasi, pelayanan kesehatan di Puskesmas itu masih dinilai buruk. "Saya mohon kepada Pemerintah, baik PLH Bupati, maupun PJ Bupati Aceh Tengah, untuk mengevaluasi kepala dinas dr Yunasri dari jabatan nya sebagai Kadis, tempatkanlah pimpinan kesehatan yang mau memikirkan kesehatan masyarakat, bukan memikirkan kepentingan pribadi," kata Sila.

 Oksigen Kosong

 Sebelumnya, orang tua almarhum Alfidah,  4,5 tahun, menyesalkan tabung oksigen di Pukesmas Bintang dalam kondisi kosong saat anaknya dirawat di Puskesmas Bintang Senin 26 Desember 2022. Keluarga Almarhum menilai Puskesmas Bintang belum siap menangani pasien.

Kepada wartawan, Mega, sang Ibu menjelaskan pada hari Senin (26/12) datang ke Puskesmas Bintang, sekira pukul 07.30 WIB, dan menunggu hampir dua jam setelah itu satu dokter datang. Gejala  awal anaknya  mengalami sesak dan demam dan saat itu masih sempat ditangani perawat.

“Sebelum meninggal almarhum dilaporkan masih mengeluarkan cairan dari hidung, saat hendak dipasang oksigen, ternyata oksigen tersebut dalam kondisi kosong,” kata Mega.

Sementara itu, kepala Pukesmas saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan pasien tersebut telah mendapat perawatan dari dokter dan pelayanan sudah  dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) perawat dan dokter sudah standby memberikan bantuan kepada pasien.

Pemasangan oksigen (CO2) juga sempat dilakukan begitu juga tindakan dari dokter, oksigen juga tersedia dalam tabung besar di ruang UGD dan selalu Standby katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah dr. Yunasri, M.Kes kepada HabaAceh.id, mengatakan pihaknya telah mengaudit atas kejadian tersebut.

"Bukan hanya Dinkes, tapi Polres turut kita libatkan, Polsek, DPRK kita libatkan semuanya, biar mereka melihat apa yang sudah dijalan sesuai SOP atau tidak. Jadi ada dari DPRK Komisi D" jelas Yunasri.

Saat ditanya apa hasil audit yang dilakukan Yunasri menjawab, hasil auditnya telah ada namun saat ini pihaknya sedang melakukan rapat internal. "Sudah selesai, cuman kita masih melakukan rapat internal dengan pihak Pukesmas"jawab Yunasri.

Dari penelusuran media ini, pelayanan Puskesmas Bintang telah sejak lama mendapat sorotan tajam. Terutama dokter yang sering tidak ditempat. Berulangkali diprotes padahal berstatus  Pukesmas Rawat inap dengan fasilitas megah namun terlihat tak terawat khususnya fasilitas perumahan dokter di Pukesmas ini. (Arsadi L)

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...