Jelang Nataru, BBPOM Banda Aceh Tingkatkan Pengawasan Produk Makanan
Foto: Dok. Istimewa“Bisa dilaporkan kepada BPOM Aceh maupun di media sosial BPOM atau pun menghubungi nomor 0812 6263 3339. Itu juga bisa dilaporkan ke sana,” ujar Yudi.
Banda Aceh - Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh mulai meningkatkan pengawasan produk makanan menjelang momentum Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).
“Kita sedang mengintensifkan pengawasan dalam rangka menjelang Natal dan Tahun Baru. Dimana sering kali adanya parcel maupun makanan yang dijual dengan harga lebih murah, padahal itu produk-produk yang lama,” kata Yudi Noviandi usai melakukan pengawasan di pusat perbelanjaan Suzuya Pasar Aceh, Selasa (13/12).
Yudi menyebutkan, dalam pengawasan tersebut pihaknya tidak menemukan adanya produk yang tidak layak dikonsumsi atau sudah kedaluwarsa. Upaya pengawasan tersebut juga dilakukan guna menjaga kesehatan masyarakat atau konsumen dari produk yang tidak memenuhi ketentuan.
“Paling produk yang kita temukan hanya terdapat ketidaksesuaian, yaitu kondisi kalengnya penyok, dan itu menurut kita harus disisikan dan tidak boleh dijual kepada konsumen karena itu beresiko tercemari,” jelasnya.
“Itu bisa menyebabkan mitigasi dari luar ke dalam produk tersebut,” tambahnya.
Selain itu, kata Yudi, kendati dalam pengawasan tersebut tidak ditemukan adanya produk yang sudah kedaluwarsa, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk memberitahukan pemilik toko jika sewaktu-waktu mendapati adanya produk yang sudah lewat tanggal batas konsumsi.
Namun, jika pemilik toko tetap tidak peduli dan ada indikasi sengaja menjual produk kedaluwarsa, masyarakat bisa melaporkannya ke pihak Badan BPOM Aceh.
“Bisa dilaporkan kepada BPOM Aceh maupun di media sosial BPOM atau pun menghubungi nomor 0812 6263 3339. Itu juga bisa dilaporkan ke sana,” ujar Yudi.
Ia juga mengatakan, para produsen atau distributor yang sengaja menjual produk tidak sesuai ketentuan, maka bisa terancam dikenakan sanksi pidana.
“Bisa disanksi, itu adalah opsi terakhir. BPOM lebih kepada pembinaan kepada masyarakat lalu memastikan menerima produk yang tidak bagus, kalau pun kita temukan tidak dalam unsur kesengajaan juga,” ungkap Yudi.








Komentar