Harga Pangan di Aceh Barat Melonjak
Foto: Alfian/habaaceh.idAceh Barat - Pedagang Bina Usaha Meulaboh, Aceh Barat, mendesak pemerintah turun tangan untuk menekan laju kenaikan harga sembako terutama mendekati Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).
Salah seorang pedagang Pasar Bina Usaha, Ahmad Zulfikar (24), mengatakan harga bahan pangan menjelang Nataru terus meningkat per-harinya.
“Harga bahan pangan saat ini terus meningkat per harinya, dinaikan oleh agen luar daerah," kata Ahmad kepada HabaAceh.id, Jumat (23/12).
Ahmad menjelaskan, saat ini harga beras isi 15 kilogram dari Rp. 175 ribu naik menjadi Rp 185 ribu, minyak goreng curah dari Rp 25 ribu naik Rp.28.000 per bambu, telur ayam ras dari Rp 50 ribu naik menjadi Rp 55 ribu per papan.
Kemudian harga gula pasir Rp 14.500 menjadi Rp 15 ribu perkilo, tomat Rp 12 ribu naik jadi Rp 16 ribu perkilo, cabai merah dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu perkilo, kentang dari harga Rp 10 ribu menjadi Rp.14 ribu perkilonya.
Sementara itu cabai rawit dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 60 ribu perkilo, bawang putih kini dijual Rp 25 ribu, dan bawang merah Rp 40 ribu naik seharga Rp 42 ribu perkilo.
Menurut Ahmad, harga itu diprediksi semakin melonjak ke depannya dan akan berdampak bagi kebutuhan masyarakat.
"Tingginya harga pangan sangat berpengaruh dengan masyarakat, meskipun orang yang membeli masih normal seperti biasanya," ujarnya.
Hal sama juga diutarakan oleh Devi (30), menurutnya harga kebutuhan barang pokok di Meulaboh pasti melonjak di saat har-hari besar termasuk Nataru.
"Harga barang naik biasanya disebabkan Nataru dan hari besar lainnya, kami mendesak pemerintah supaya menekan laju inflasi agar harga barang menurun, supaya masyarakat tidak kesulitan untuk berbelanja," harapnya.








Komentar