Breaking News

Banyak Memakan Korban, Nelayan Minta Normalisasi Babah Kuala Krueng Cangkoi

Banyak Memakan Korban, Nelayan Minta Normalisasi Babah Kuala Krueng CangkoiFoto: Vinda Eka Saputra/HabaAceh.id
Babah Krueng Cangkoi di Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Meulaboh – Pemilik boat di Aceh Barat meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera melakukan normalisasi babah (mulut sungai) Kuala Krueng Cangkoi di Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, yang telah mengalami pendangkalan.

Salah seorang pemilik boat, Hamdani mengatakan, babah Krueng Cangkoi merupakan akses utama keluar masuknya boat nelayan setempat dari sungai menuju ke laut dan sebaliknya.

Selama ini, kata dia, banyak kapal ataupun boat nelayan tersangkut dan karam di babah Kuala Krueng Cangkoi dan salah satu korban adalah boat milik Hamdani.

"Waktu itu ketika mau berangkat ke laut kita kan menunggu air pasang dulu, tapi waktu itu air pasangnya tidak penuh (tinggi), jadi kalau kita tunggu lagi (air pasang tinggi) tidak mungkin sehingga kita lewat terus dan akhirnya kandas dan sangkut di situ," kata Hamdani, Kamis (15/8).

Dia menjelaskan, kapal yang kandas tersebut berukuran 10 Gross Ton (GT) dengan lebar empat meter gagal melaut lantaran bolong di bagian bawah dihantam kayu akibat kandas di mulut muara Selasa (12/8) lalu.

“Sudah sering terjadi, dalam sebulan pasti ada dan sampai saat ini tidak ada respon apa – apa, kalau bukan dari kita masyarakat ini ya begitu – gitu saja kondisinya,” ujarnya.

Bahkan, sebut Hamdani, tak jarang kapal nelayan yang tersangkut di mulut muara Krueng Cangkoi tersebut hancur dan tenggelam lantaran dihantam ombak dari laut dan tidak bisa diselamatkan.

“Harapan kami dari nelayan itu agar muaranya disambung (diperpanjang kearah laut) ataupun diperlebar di daerah kualanya dan bagian yang dangkal itu bagaimana caranya ya harus dikeruk,” tuturnya.

Para nelayan setempat, sebut Hamdani, sudah sering menyampaikan permasalahan pendangkalan mulut muara Krueng Cangkoi tersebut kepada Pemda Aceh Barat, akan tetapi tidak ada respons sama sekali.

Hal senada juga disampaikan oleh Darman Ali, salah seorang pemilik boat di wilayah setempat. Dia mengatakan, sudah puluhan kapal menjadi korban akibat dangkalnya babah Kuala Krueng Cangkoi tersebut.

“Masalah kuala itu sudah dari jaman ke jaman banyak kali korban, dulu ada tiga korban dan sebelum ini tahun 2008 dan 2011 banyak korban bahkan ada yang tidak bisa lagi diambil boatnya hanya tinggal mesinnya saja,” kata Darman.

Darman menyebutkan, ketinggian air di Babah Krueng Cangkoi ketika air surut hanya 50 centimeter, dengan ketinggian air seperti itu tidak mungkin kapal nelayan bisa melintas apabila nekat maka dipastikan akan kandas atau tersangkut.

“Kami berharap dan meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Pj Bupati Aceh Barat dan juga Pj Gubernur Aceh untuk dapat memperhatikan kondisi kami khususnya Muara Krueng Cangkoi yang saat ini mengalami pendangkalan,” pungkasnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...