Banyak Dayah di Aceh Singkil Belum Terakreditasi
Foto: Jeki/HabaAceh.idSingkil - Dinas Syariat Islam (DSI) mencatat sebanyak 40 Dayah (Pesantren) di Aceh Singkil masih banyak yang belum memiliki akreditasi A, B, dan C. Salah satu faktornya adalah dari sisi manajemen belum tertata dengan baik.
"Dari 40 Dayah di Aceh Singkil, baru 14 Dayah yang sudah terakreditasi diantaranya tipe A+(plus) satu, tipe A tiga, tipe B empat dan tipe C enam," kata Kabid Pendidikan DSI Aceh Singkil, Safrida, saat menggelar Workshop Manajemen Berbasis Akreditasi Dayah Bertipe C dan Non Tipe di Aula Seni Budaya, Senin (12/6).
Safrida menyebutkan, workshop tersebut diikuti 40 peserta mulai dari operator hingga sekretaris Dayah. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari 12 hingga 14 Juni 2023 mendatang.
"Sebuah dayah itu sangat penting memiliki akreditas. Jika ingin diakui, Dayah tersebut harus jelas legalitsanya dan juga sudah mendapatkan akreditasi,"ujarnya.
Karena itu, Safrida berharap semua Dayah di Aceh Singkil bisa terakreditasi. Namun, semua itu kembali kepada Dayah masing-masing bagaimana mereka mengatur manajemennya.
"Semua kembali kepada Dayah, makanya kita buat workshop ini supaya bisa meningkatkan kualitas sehingga pada saat dilakukan akreditasi tipenya bisa naik dan diakui," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Badan Akreditasi Aceh, Haekal Afi, salah satu syarat agar Dayah tersebut bisa mendapatkan akreditasi yang pertama dilihat adalah manajemennya.
"Terutama kami menilai Dayah tersebut dari manajemennya. Baik dari segi pengelolaan, pelaksanaan dan manajemen asrama," ucapnya.
Badan akreditasi itu, sebut Haekal, tugasnya hanya mendorong Dayah atau Pesantren yang belum mememiliki topologi, supaya lebih baik dalam mengejar nilai akreditasi tanpa mengeluarkan banyak dana seperti sarana dan prasarana.
"Artinya, kita hanya butuh kemauan dari pihak pengelolaan Dayah agar bisa terlaksana dan diproduksikan," pungkasnya. (Jeki)





Komentar