Rindu Nuansa Awal Masehi di Banda Aceh
Foto: Rianza/HabaAceh.idBanda Aceh – Redha (24) larut menikmati berbagai bentuk kemeriahan parade malam tahun baru yang lewat di beranda layar gawainya. Sambil meneguk teh hijau, sesekali ia melempar canda kepada rekan semejanya.
Sudah 7 tahun Redha berdomisili di Banda Aceh kala meninggalkan kampung halamannya Abdya, 2015 silam. Sejak saat itu pula, Redha sama sekali belum pernah merasakan suasana perayaan malam pengujung tahun di ibu kota Provinsi itu.
“Dren na tom kalon acara malam tahun baru di Banda Aceh? (kamu pernah melihat acara malam tahun baru di Banda Aceh),” tanya Redha kepada teman di sebelahnya.
Setiap penghujung tahun, Redha kerap mendapati jatah libur. Kesempatan waktu luang itu saban tahun hanya dimanfaatkan untuk menetap di Banda Aceh, tanpa mudik dan juga merayakan tahun baru ke kota lain.
Kendati demikian, Redha paham kentalnya syariat Islam di bumi Serambi Mekkah membuat semua orang harus mengerti untuk tidak mengadakan perayaan saat malam pergantian tahun Masehi.
“Ya, kita harus menghargai penerapan syariat Islam di Aceh, bukan jadi persoaalan juga kalau enggak ngerayaain malam tahun baru,” ujarnya.
Tak Ada Perayaan Tahun Baru Sejak 2013
Dihimpun HabaAceh.id, Sabtu (31/12), perihal larangan perayaan malam pergantian tahun di Aceh pertama kali diterbitkan pada Desember 2012 lalu.
Kala itu, Pemerintah Banda Aceh berniat serius mengharamkan perayaan tahun baru. Satpol PP dan WH juga disiagakan untuk merazia petasan dan kembang api menyusul larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
Selain merazia petasan dan kembang api, hotel dan cafe-cafe juga menjadi sasaran razia guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran syariat di penghujung tahun.
Tidak hanya itu, larangan merayakan malam tahun baru saat itu juga diwarnai dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ormas Islam di beberapa lokasi di Banda Aceh. Mereka meminta pemerintah memberi sanksi tegas terhadap pihak yang tidak mengindahkan larangan tersebut.
Sejak saat itu, pelarangan perayaan pada malam pergantian tahun baru terus berlanjut di tanah rencong. Bahkan hingga sekarang, memasuki penghujung tahun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Ulama Aceh sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak merayakan malam tahun baru.
Ulama Aceh Larang Tahun Baru Dirayakan dengan Hura-hura
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau masyarakat bergama Islam tidak merayakan malam pergantian tahun dalam bentuk dan konteks apapun. Perayaan tahun baru Masehi dinilai bertentangan dengan ajaran Islam.
“Tidak dalam bentuk pesta pora hura-hura dan lain-lain yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” kata Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali alias Lem Faisal.
Selain itu, kata Lem Faisal, dalam rangka menyambut tahun baru masyarakat juga diimbau agar lebih fokus melakukan kegiatan bermanfaat seperti dzikir, wirid, doa, tafakkur, membaca al-qur'an dan mendengar ceramah agama baik secara berjamaah atau perseorangan.
“Menghindari kegiatan-kegiatan seperti meniup terompet, menyalakan lilin, kembang api, musik yang hingar bingar dan bentuk lainnya,” ungkapnya.
1.200 Personel Dikerahkan Amankan Malam Pergantian Tahun Baru 2022
Sebanyak 1.200 personel Polresta Banda Aceh dikerahkan untuk mengamankan sejumlah lokasi pada malam pergantian tahun baru 2023, Sabtu (31/12).
Para petugas tersebut bakal tersebar di sembilan kecamatan di Banda Aceh dan sepuluh kecamatan di Aceh Besar.
“Dalam pengamanan malam tahun baru nanti, 1.200 personel akan ditempatkan di sejumlah titik di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto.
Selain mengamankan sejumlah titik, Polresta Banda Aceh juga mendirikan pos pemantauan di wilayah Simpang 5 Banda Aceh dan juga Simpang bundaran menuju kawasan pantai Ulee Lheue.
“Banda Aceh memberlakukan syariat Islam, di sini Polri telah menyampaikan imbauan terkait dengan tidak menyambut tahun baru 2023 secara hura-hura," ujarnya.
“Kami harapkan masyarakat agar mematuhi imbauan yang telah dikeluarkan untuk tidak merayakan malam tahun baru,” lanjutnya.










Komentar