Baitul Mal Akhirnya Segera Cairkan Beasiswa Santri Fakir Miskin Usai Dipanggil DPRK Aceh Utara
Foto: dok HabaAceh.idLhoksukon - Komisi I DPRK Aceh Utara menggelar rapat dengar pendapat dengan Baitul Mal kabupten setempat, terkait isu pengalihan dana beasiswa untuk santri fakir miskin yang diduga dialihkan untuk pembangunan rumah dhuafa.
Dalam rapat tersebut, pihak Baitul Mal Aceh Utara memberikan klarifikasi, yang kemudian membantah adanya pengalihan dana tersebut.
Anggota Komisi I DPRK Aceh Utara, Kamal Reza, menjelaskan bahwa isu tersebut muncul karena adanya miskomunikasi.
"Tidak ada pengalihan dana untuk pembangunan rumah dhuafa. Semua itu adalah miskomunikasi," ungkap Kamal Reza saat dikonfirmasi, Rabu (8/1).
Lebih lanjut, Reza menyebutkan bahwa dalam rapat tersebut disepakati untuk segera menyalurkan beasiswa bagi 1.500 santri pada triwulan pertama tahun 2025.
Keputusan ini tercantum dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara, Tajuddin, Kepala Baitul Mal Aceh Utara, Tgk Sanusi, dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Rahmat Setiadi.
Beasiswa senilai Rp 1.000.000 per santri ini sebelumnya menimbulkan kontroversi karena dana yang seharusnya disalurkan pada tahun 2024 belum diterima oleh para santri.
"Total anggaran untuk beasiswa tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. Masyarakat pun bereaksi, terutama setelah adanya informasi yang menyebutkan dana beasiswa dialihkan untuk pembangunan rumah dhuafa," katanya.
Dalam rapat tersebut, juga diputuskan bahwa proses verifikasi berkas dan kelengkapan administrasi akan diselesaikan pada Februari 2025.
Reza meminta masyarakat untuk mengawasi penyaluran beasiswa tersebut agar dana yang disalurkan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para santri.
"Kami berharap masyarakat dapat terus mengawasi proses penyaluran bantuan ini untuk memastikan bahwa niat baik program ini benar-benar bermanfaat bagi para santri," pungkasnya.






Komentar