Angka Perceraian Meningkat di Abdya, Ternyata Ini Penyebabnya
Foto: HabaAceh.id/Julida Fisma"Rata-rata kebanyakan tiga faktor itu yang menyebabkan tingginya angka penceraian di Abdya," ujarnya.
Aceh Barat Daya - Mahkamah Syar'iyah Blangpidie mencatat sebagian besar pemicu retaknya hubungan rumah tangga hingga penceraian di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berawal dari perbuatan tak produktif hingga persoalan ekonomi keluarga.
"Sebenarnya ada beberapa hal yang menyebabkan sehingga angka perkara penceraian di Abdya meningkat," kata Ketua Mahkamah Syar'iyah Blangpidie, Muhammad Nawawi, Jumat (2/11).
Kebanyakan penyebab penceraian yang terjadi saat ini rata-rata disebabkan oleh faktor ekonomi, perjudian, dan narkoba.
"Rata-rata kebanyakan tiga faktor itu yang menyebabkan tingginya angka penceraian di Abdya," ujarnya.
Menurutnya, untuk meminimalisir agar tidak tingginya angka penceraian, pihak Mahkamah Syar'iayah terus berupaya melakukan mediasi terhadap pasangan yang ingin mengajukan penceraian.
"Selama ini kami selalu melakukan upaya mediasi terhadap pasangan yang mengajukan penceraian untuk bisa rujuk kembali agar rumah tangga mereka bisa kembali harmonis," ujar Nawawi.
Di samping itu, kata Nawawi, sinergi antara Mahkamah Syar'iyah dan pemerintah daerah juga sangat diperlukan untuk menekan angka penceraian di Abdya.
"Kita siap melakukan penyuluhan hukum baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan, sehingga kita berharap upaya ini akan berdampak pada penurunan angka penceraian di Abdya," demikiannya. (Julida Fisma)








Komentar