Tanggul Jebol, 200 Hektare Lahan Sawah di Bener Meriah Beralih Fungsi

Tanggul Jebol, 200 Hektare Lahan Sawah di Bener Meriah Beralih FungsiFoto: Dok Warga
Kondisi lahan sawah masyarakat Samar Kilang yang beralih fungsi

Redelong - Ratusan hektare sawah masyarakat Kecamatan Syiah Utama, tepatnya di wilayah Kemerleng, tidak dapat digarap akibat tanggul jebol.

Reje Kampung (Kepala Desa) Kemerleng, Syamsuddin, mengatakan tanggul atau irigasi tersebut jebol sejak dua tahun yang lalu hingga kini belum diperbaiki.

Akibatnya, masyarakat pemilik lahan sawah tersebut mengalihfungsikan untuk lahan menanam jagung.

"Sejak dua tahun lalu sudah rusak, sebanyak 200 hektar sawah milik delapan kampung di Kecamatan Syiah Utama terpaksa beralih fungsi untuk lahan jagung," kata Syamsuddin, Minggu (17/9).

Padahal, dua tahun yang lalu sawah masyarakat tersebut sangat produktif. Satu hektare sawah saja dapat menghasilkan 270 kaleng beras.

Sehingga 200 hektare dikali 270 kaleng setahun dapat menghasilkan beras sebanyak 54 ribu kaleng atau setara dengan 594 ton per tahun.

Namun karena tanggul jebol, sawah warga jadi kering dan terpaksa dialihfungsikan. Kini banyak masyarakat Samar Kilang juga terpaksa harus membeli beras.

Ia berharap pemerintah setempat segera memperbaiki agar masyarakat kembali dapat bercocok tanam padi di areal persawahan tersebut. Apalagi menurut Syamsudin, tekanan inflasi mengharuskan masyarakat untuk memiliki ketahanan pangan. 

Sementara itu Camat Syiah Utama Mustakim menyebutkan, tahun lalu pihaknya bersama BPBD Bener Meriah sudah berupaya memperbaiki, tetapi tanggul tersebut kembali jebol dihantam banjir.

"Minggu ini kita bersama BPBD akan kembali melakukan perbaikan secara gotong royong sembari menunggu proses perbaikan lebih lanjut," ungkap Mustakim.

Dijelaskannya, tahun lalu, pihak PUPR Bener Meriah sudah menurunkan konsultan untuk mengecek tanggul yang jebol tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bener Meriah saat dikonfirmasi mengaku, saat ini perbaikan tanggul itu masih dalam tahap pengusulan anggaran.

"Masih kita usul  melalui sumber dana APBN, APBA, dan APBK. Sebab perbaikan tanggul itu sangat urgen sebagai bekal ketahanan pangan," ujarnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...