Tangani Kemiskinan-Stunting, Pemkab Aceh Barat Gelar FGD Revolusi Mental
“Implementasi dari GNRM ini dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat di Aceh Barat, khususnya terhadap penanganan berbagai isu utama yang menjadi fokus bagi pemerintah seperti, pengendalian inflasi, penanganan stunting dan polio,” kata Mahdi.
Aceh Barat – Untuk mendorong terwujudnya Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui aksi nyata Indonesia mandiri, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi membuka Focus Group Discussion (FGD) GNRM di Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan.
FGD yang melibatkan seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan di Aceh Barat ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan dan memantapkan GNRM di wilayah yang berjulukan bumi Teuku Umar tersebut.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi mengatakan, GNRM ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengubah cara pikir dan cara kerja sekaligus mengajak masyarakat dalam melaksanakan dan mengamalkan revolusi mental dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja serta gotong royong, berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 yang berorientasi pada modernisasi dan kemajuan bangsa.
“Implementasi dari GNRM ini dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat di Aceh Barat, khususnya terhadap penanganan berbagai isu utama yang menjadi fokus bagi pemerintah seperti, pengendalian inflasi, penanganan stunting dan polio,” kata Mahdi Efendi, Senin (6/2).
Selain itu, kata Mahdi, kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Aceh Barat ini juga bertujuan untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga mewujudkan stabilitas politik dan keamanan menjelang Pemilu tahun 2024 mendatang.
“Diharapkan forum ini dapat melahirkan pemikiran dan solusi untuk meraih peluang keberhasilan ke depan, serta menghasilkan program rencana aksi gerakan nasional revolusi mental Kabupaten Aceh Barat, yang mampu diterapkan dalam keluarga dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Munarwansyah mengatakan, FGD ini merupakan wadah untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi dengan semua pemangku kepentingan dalam rangka menguatkan dan menumbuhkan semangat Kebangsaan di tengah masyarakat.
“Salah satu upaya nyata dalam mewujudkan revolusi mental bagi masyarakat adalah melalui pengembangan potensi pariwisata milik daerah yang bernuansa kebangsaan dan tetap kental dengan nilai-nilai religius sebagai kearifan lokal yang ada di Aceh,” kata Munarwansyah.
Ia juga mengapresiasi hadirnya Gampong Pancasila di Aceh Barat ini, sebagai salah satu pembangkit semangat kebangsaan bagi masyarakat, sekaligus bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya untuk ikut serta dalam menggalakkan semangat revolusi mental di daerahnya masing-masing.
“Ke depan Gampong Pancasila ini diharapkan bisa menjadi pusat perekonomian masyarakat, dengan mendorong penguatan UMKM dan menjadikan tempat agrowisata yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, sehingga bisa ikut membantu daerah dalam menekan laju inflasi dan mengentaskan kemiskinan ekstrem di Aceh Barat,” katanya. (Vinda Eka Saputra)








Komentar