Tak Ada Perusahaan Ngaku Pemilik Batu Bara Tumpah di Aceh Barat
Aceh Barat – Hasil uji laboratorium sampel batu bara yang cemari pantai di Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo sudah keluar, namun tidak ada satupun perusahaan di wilayah tersebut mengaku pemilik batu bara itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, Bukhari mengatakan pengujian sampel batubara tersebut dilakukan di PT. Jasa Mutu Mineral Indonesia yang beralamat di Jl. Tanjung Api, Desa Gasing, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Maret lalu dan keluar 6 April kemarin.
“Hasil batubara yang kita ambil di pantai dan tes air yang diambil waktu itu di lokasi penumpukan batu bara keduanya sudah ada, nanti kita bandingkan hasil tes dengan baku mutu air,” kata Bukhari, Rabu (10/5).
Dikatakan Bukhari, pada (8/5) kemarin DLH Aceh Barat juga melakukan pertemuan bersama dengan sejumlah pihak terkait lainnya di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) guna membahas hasil uji lab tersebut.
“Rapat kemarin merupakan rapat pansus bersama DLHK Nagan Raya, DLH Aceh Barat, DLHK Provinsi, SDM Provinsi, PT. Mifa Bersaudara, PLTU 1-2 serta tim pansus DPRA,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut kata Bukhari, tidak ada satupun perusahaan yang mengakui bahwa batu bara yang mencemari pantai di Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo tersebut milik mereka.
“Singkatnya dari hasil tersebut setelah melihat baku mutu masing-masing atau perbandingan kalori batubara PT. Mifa menyatakan ini kalorinya di atas batu bara dia jadi bukan dia punya, PLTU 1-2 juga memberikan identik dengan batubara dari Bukit Asam dan juga identik dengan batubara PT. Bel yang PT. Mifa punya,” ujar Bukhari.
Bukhari menjelaskan, bahwa batubara milik PT. Bel dikirim dari Nagan Raya ke pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 melalui jalur darat menggunakan mobil tronton jadi tidak mungkin bisa tumpah ke laut.
“Jadi saat itu PT.Mifa menyatakan bukan dia punya, PLTU 1-2 walaupun identik sudah ada dengan Bukit Asam dia tetap tidak mau mengakui bahwa itu dia punya,” ujarnya.
Kemudian sebut Bukhari, ketua Pansus DPRA Tarmisi SP mengambil kesimpulan akan membentuk tim independen untuk turun kelapangan mengambil batu bara yang sama guna dilakukan tes kembali di laboratorium.
“Mifa kalau ini (Kalori batubara) 32-34, ini (hasil uji lab) 3940, Mifa 34 dia paling tinggi. PLTU itu tidak ada sama kita (data kalori batubaranya) yang ada sama Nagan Raya,” sebut Bukhari.









Komentar