Silaturrahmi Akbar Pemuda Pidie, Sayed: Ini Kekuatan yang Perlu Terus Dirawat

Silaturrahmi Akbar Pemuda Pidie, Sayed: Ini Kekuatan yang Perlu Terus DirawatFoto: Dok.Pribadi
Salah satu tokoh Pidie, Sayed Muhammad Muliady berbincang dengan Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto di sela-sela acara maulid dan silaturrahmi pemuda Pidie di Gampong Pako, Kecamatan Keumala, Pidie, Sabtu (19/11/2022).

"Kita apresiasi acara yang diselenggarakan Kaukus Pemuda Pidie ini karena telah mempersatukan semua potensi Pidie. Ini adalah kekuatan yang perlu terus dirawat," katanya.

Banda Aceh - Kaukus Pemuda Pidie berhasil melaksanakan kegiatan akbar berupa maulid dan silaturrahmi pemuda Pidie di Gampong Pako, Kecamatan Keumala, Pidie, Sabtu (19/11).

Acara ini dihadiri ratusan pemuda Pidie baik yang tempatan maupun yang berkarir di kabupaten lain, provinsi, bahkan nasional. 

Tampak hadir juga dalam acara itu Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dan Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto. 

Salah satu tokoh Pidie, Sayed Muhammad Muliady mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini karena telah menyatukan semangat dan kekompakkan para pemuda.

"Kita apresiasi acara yang diselenggarakan Kaukus Pemuda Pidie ini karena telah mempersatukan semua potensi Pidie. Ini adalah kekuatan yang perlu terus dirawat," katanya.

Menurut Sayed, kekuatan yang ada pada pemuda-pemudi Pidie harus dikelola dengan baik sehingga bisa membawa pengaruh dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

"Silaturrahmi ini perlu terus dipelihara karena dengan silaturrahmi akan lahir kekuatan besar dalam membawa perubahan yang lebih baik," ujar mantan anggota Komisi III DPR RI dan Sekretaris Jenderal DPP KNPI itu.

Dengan pertemuan ini, Sayed berharap pemuda-pemudi terus kompak yang pada akhirnya membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto juga memuji semangat pemuda Pidie yang gigih dan berani. "Kita apresiasi keberanian pemuda melaksanakan kegiatan dengan segala keterbatasan," ujarnya. 

Sementara Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dalam kesempatan itu mengajak kalangan tua untuk bergandengan tangan dengan kaum muda dalam membangun Pidie.

"Saya bangga dengan kegiatan yang dibuat pemuda Pidie. Perlu diketahui untuk membangun Aceh harus secara bersama melibatkan kalangan tua dan kaum muda," kata Marzuki.

Menurutnya, kegiatan ini sebenarnya sebagai kritikan terhadap kaum tua yang sering berselisih paham.

"Perselisihan paham sering terjadi di kalangan tua. Maka sekarang kita didudukkan oleh anak muda sebagai upaya serius membangun Pidie dan Aceh, tentunya harus terlibat semua golongan," demikiannya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...