Rumah Singgah BFLF Membludak, Pasien Rela Tidur di Luar
Banda Aceh - Rumah singgah milik Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) mengalami lonjakan jumlah pasien. Kapasitas yang hanya mampu menampung 28 orang, kini mencapai hingga 41 orang.
Fasilitator Rumah Singgah BFLF, Melia Ulfa, mengatakan para pasien yang datang lantaran tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA).
“Kami tidak bisa menolak, bahkan mereka juga rela tidur di teras karena kondisi mendesak," kata Melia, Selasa (8/10).
Melia mengatakan, meskipun rumah singgah saat ini telah melebihi kapasitas, BFLF tetap menerima pasien baru yang membutuhkan bantuan dengan tetap menyediakan fasilitas layak.
"Kami mencoba berikan yang terbaik, ada yang tampung di ruang tamu dan ruang keluarga, meski kamar sudah penuh," katanya.
Saat ini, kata Melia, rumah singgah BFLF menampung 14 pasien dan 22 pendamping yang tinggal secara gratis. Pasien berasal dari berbagai wilayah di Aceh, seperti Pidie, Aceh Utara, Aceh Barat, dan Aceh Singkil, dengan penyakit kronis yang beragam.
"Kita hanya punya delapan kamar dan ruang tamu, semoga tahun-tahun berikutnya kita bisa sediakan puluhan kamar," ujarnya.
Menurutnya, rumah singgah ini berperan penting dalam membantu masyarakat Aceh yang sedang berjuang dengan kondisi kesehatan dan kesulitan ekonomi.
“Kami menyediakan layanan gratis berupa kebutuhan makan, minum, tempat tinggal, hingga ambulans bagi pasien rentan seperti yang lumpuh," pungkasnya.




Komentar