Puluhan Anak Pengungsi Rohingya Antusias Ikut Pendampingan Psikososial

Puluhan Anak Pengungsi Rohingya Antusias Ikut Pendampingan PsikososialFoto : Mulyadi/HabaAceh.id
Tim Lembaga Yayasan Geutanyoe mengajari anak-anak pengungsi Rohingya mengaji di Balai Desa Kecamatan Muara Batu.

“Tujuan pendampingan psikososial karena mereka masih dalam usia pendidikan yang harus diberikan edukasi yang sangat cukup dan adapun kegiatan dilaksanakan seperti menggambar dan belajar mengaji," ujarnya.

Aceh Utara - Puluhan anak-anak pengungsian Rohingya yang berada di dua lokasi penampungan di Balai Nelayan Gampong Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara dan Balai Desa Kecamatan Muara Batu sangat antusias mengikuti kegiatan pendampingan psikososial.

Kegiatan itu dilakukan oleh Lembaga Yayasan Geutanyoe dengan tujuan untuk menghilangkan rasa trauma. Pasalnya mereka sangat lama berada di lautan lepas.

Humanitarian Coordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, Minggu (20/11), mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap mereka dikarenakan kegiatan ini salah satu solusi untuk mengantisipasi sindrom pascatrauma di kalangan anak-anak.

Nasruddin menambahkan dengan kegiatan ini anak-anak pengungsi Rohingya ini kembali ceria dan akan terus aktif seperti anak-anak lainnya.

“Tujuan pendampingan psikososial karena mereka masih dalam usia pendidikan yang harus diberikan edukasi yang sangat cukup dan adapun kegiatan dilaksanakan seperti menggambar dan belajar mengaji," ujarnya.

Seperti diketahui, sebanyak 110 pengungsi Rohingya terdampar di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh pada Selasa (15/11).

Dari jumlah itu, 65 orang merupakan laki-laki, 27 perempuan, dan 18 anak-anak.

Kemudian, sebanyak 119 imigran Rohingya kembali terdampar di Krueng Geukuh di pesisir Pantai Desa Bluka, Teubai, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara pada Rabu (16/11), dengan rincian, 61  laki-laki, 36 perempuan dan 22 anak-anak. (Mulyadi)

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...