Breaking News

Pj Bupati Pidie Canangkan Gerakan Pagar Bambu Putih Sambut Ramadan

Pj Bupati Pidie Canangkan Gerakan Pagar Bambu Putih Sambut Ramadan

"Ini sesungguhnya adalah gerakan dalam menggalang kebersamaan," ujarnya.

Pidie - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mencanangkan gerakan pagar bambu putih, dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan ketakwaan masyarakat dalam menyambut Ramadan tahun 2023.

Pencanangan tersebut dilakukan oleh Pj Bupati Wahyudi Adisiswanto bersama himpunan ulama dayah dan 730 Keuchik dalam pertemuan silaturahmi mengenakan pakaian adat di lapangan Tiro, Senin(13/3). 

Wahyudi Adisiswanto mengatakan, gerakan pagar bambu putih itu adalah program Pemerintah Pidie dalam menyambut Ramadan 1444 H.

"Bukan sebuah sandi atau bahasa sandi, para Keuchik diminta membangun pagar bambu setinggi satu meter kemudian dicat putih rapat. Ini sesungguhnya adalah gerakan dalam menggalang kebersamaan," ujarnya. 

Dijelaskannya, dalam gerakan pagar bambu putih itu akan berbicara tentang kebersihan lingkungan, drainase, irigasi, jalan-jalan desa yang rusak diperbaiki bersama, kemudian batas-batas desa, batas rumah, kesehatan dan kegiatan pemuda. 

"Mohon para keuchik menggerakkan potensi pemuda untuk terlibat dalam gerakan pagar bambu putih ini," katanya. 

Pagar bambu putih yang dibangun itu, kata dia, nantinya akan dinilai oleh tim dibentuk pemerintah dan akan diberikan hadiah bagi Gampong yang menggunakan bambu terbanyak atau membuat pagar terpanjang.

"Yang mampu berbuat demikian itu pastilah Gampong paling solid masyarakatnya yang mampu bekerja sama. Dalam gerakan pagar bambu putih ini sesungguhnya ada empat komponen kegiatan besar dalam kerangka menyambut bulan suci ramadan," tutur Wahyudi. 

Keempat komponen itu, sebut Wahyudi, pertama adalah silaturahmi para Keuchik bersama himpunan ulama dayah. Kedua,  akan dibuat pasar  kecil yang dibangun untuk mengontrol harga-harga di pasar umum. 

Di tengah pasar itu nantinya, akan ada banyak UMKM di sekitar pasar, pelatihan seni budaya, tari, termasuk latihan musabaqah, sehingga terciptanya sirkulasi ekonomi bagus di Kabupaten Pidie.

Ketiga, meugang akbar ditargetkan 100 ekor lembu untuk kaum fakir sehingga pada hari puasa pertama warga yang tidak mampu juga dapat makan daging. Terakhir adalah kegiatan Musabaqah Tunas Ramadan yang digelarkan oleh Pramuka.

"Dalam kesempatan ini saya ingin mengikat dengan tali kasih sayang antara keuchik dan ulama sehingga semua kegiatan politik, sosial budaya didasarkan pada pesan-pesan para ulama," pungkasnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...