Pemekaran 3 Desa di Aceh Tamiang Disahkan Usai 17 Tahun Penantian

Pemekaran 3 Desa di Aceh Tamiang Disahkan Usai 17 Tahun PenantianFoto: Zulfitra/HabaAceh.id
Kepala DPMK Aceh Tamiang, Mix Donal

"Sebelumnya ketiga kampung ini berstatus persiapan," kata Mix Donal

Aceh Tamiang - Tiga Kampung pemekaran di Aceh Tamiang akhirnya mendapatkan registrasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemekaran tiga kampung itu sudah diusulkan sejak 17 tahun lalu.

Adapun tiga Kampung yang telah diregisterasi oleh Kemendagri tersebut yakni Mekar Jaya di Kecamatan Rantau, Sumber Makmur di Kecamatan Tenggulun, dan Alur Mentawak di Kecamatan Kejuruan Muda.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Aceh Tamiang, Mix Donal mengatakan, penyerahan nomor registrasi kode wilayah administrasi pemerintahan tersebut telah diterima Bupati Aceh Tamiang, Mursil pada September 2022 lalu di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri. 

"Sebelumnya ketiga kampung ini berstatus persiapan," kata Mix Donal ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/12). 

Mix Donal menjelaskan, pemekaran ketiga kampung ini sebelumnya diusulkan ke Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan untuk diterbitkan kode desa. Kode ini selanjutnya dimutakhirkan oleh Kemendagri.

"Kurang lebih sudah sebulan setengah tiga kampung ini administrasinya sudah berjalan. Namun untuk sementara, masih dipegang oleh Pj yang ditunjuk dari kecamatan masing-masing," katanya.

Menurutnya, munculnya regulasi baru menjadi salah satu penyebab panjangnya proses pemekaran kampung untuk mendapatkan registrasi dari Kemendagri. 

Sebab, kata dia, administrasi yang telah diusulkan sebelumnya harus dilakukan perubahan dan dibuat baru kembali. 

"Sehingga itu yang menjadikan prosesnya sedikit lambat," ujarnya. 

Dengan telah tetapkannya tiga kampung tersebut, pihaknya berharap kampung nantinya bisa menonjolkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendorong percepatan kesejahteraan warga melalui program pengelolaan potensi kampung.

Selain itu, pemerintah kampung juga diminta memperhatikan daya dukung infrastruktur yang baik dan layak untuk menghidupkan potensi diberbagai sektor. 

"Seperti sektor pariwisata, sektor industri, dan penyebaran ekonomi yang merata dalam desa, antar desa serta antar wilayah," ujarnya. 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...