Ormas di Abdya Ajak Masyarakat Boikot Produk Swedia
Foto : Julida Fisma/HabaAceh.id"Kita mengutuk aksi pembakaran Alquran karena telah merendahkan dan menghina serta telah menistakan umat islam," tuturnya.
Blangpidie - Ratusan masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar unjuk rasa memprotes aksi pembakaran kitab suci Alquran oleh seorang politikus Denmark-Swedia islamofobia, Rasmus Paludan.
Amatan HabaAceh.id, awalnya ratusan peserta aksi berkumpul di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, kemudian menuju pusat Kota Blangpidie dan berhenti di Simpang Ceurana.
Aksi bela islam itu diikuti oleh massa dari beberapa ormas yaitu Kaswaja, ISBAD, Ikatan Santri Salafiah Aceh, HUDA, Inshafuddin Abdya, dan Tastafi. Dalam aksi tersebut peserta demo sempat menginjak dan merobek poster Rasmus Paludan — pelaku pembakaran Al-Qur'an di Swedia.
"Aksi ini sebagai bentuk protes kami sebagai umat islam atas pembakaran Alquran yang dilakukan politisi Swedia," ungkap Ustaz Muhammad Maimun pada awak media, Kamis (2/2), di Blangpidie.
Menurut Ustaz Maimun, pembakaran kitab suci Alquran itu merupakan bentuk penistaan terhadap umat islam.
"Kita mengutuk aksi pembakaran Alquran karena telah merendahkan dan menghina serta telah menistakan umat islam," tuturnya.
Ustaz Maimun mengajak, masyarakat dan pemerintah untuk memboikot produk yang dikeluarkan oleh Swedia.
"Aksi bejad Rasmus Paludan ini jelas-jelas telah menyakiti hati seluruh umat Islam," teriaknya diikuti takbir oleh peserta aksi.
Padahal kata Ustaz Maimun, belum pernah dalam sejarah umat islam membakar kita suci.
"Sepengetahuan kami, belum ada dalam sejarah umat Islam membakar kitab suci, maka oleh sebab itu kami mengajak seluruh masyarakat Abdya khususnya Aceh untuk memboikot produk mereka," tegasnya.
Usai berorasi, para pendemo menuju titik orasi kedua di simpang Bank Aceh. Setelah itu menuju ke kompleks perkantoran Bupati Abdya. Dalam aksi bela Al-Qur'an tersebut, Kapolres Abdya AKPB Dhani Catra Nugraha mengerahkan puluhan personel polisi, TNI, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya untuk mengamankan aksi tersebut.









Komentar