Objek Wisata Alam Favorit di Aceh Tamiang Ramai, Pengunjung: Harga Tiket Masuk Naik

Foto: Dok, pengunjung M. Arif
Meski tidak bisa mandi di air terjun tapi pengunjung tetap ramai berwisata ke Air Terjun 1000 Rongoh, Aceh Tamiang mengisi waktu liburan Idulfitri, Minggu (14/4/2024).

Karang Baru - Sejumlah objek wisata alam favorit di Aceh Tamiang dipadati pengunjung baik lokal maupun luar daerah selama libur lebaran Idulfitri 1445 Hijriah/2024. Destinasi wisata yang menjadi sasaran pengunjung adalah pemandian sungai Gunung Pandan di Kecamatan Tenggulun dan Air Terjun 1000 Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu.

Namun sayang, tidak sedikit wisatawan domestik yang kecewa di kedua objek wisata alam andalan orang Aceh Tamiang tersebut. Pasalnya, debit air sungai mengecil sehingga kurang menarik untuk menjeburkan diri ke sungai.

"Airnya terjunnya kecil sekali, tidak semangat kita mau mandi tadi," kata Adi Syahputra (27), pengunjung objek wisata air terjun 1000 kepada HabaAceh.id, Minggu (14/4).

"Padahal kami sudah bawa baju ganti tadi, niat dari rumah mau mandi di air terjun seribu ternyata tidak sesuai harapan," sesal Adi yang diamini rekannya, M. Arif (23).

Tidak puas di objek wisata air terjun 1000 Rongoh, dua pemuda itu memutuskan pergi ke objek wisata pemandian lain. Mereka bergerak ke Gunung Pandan Tenggulun yang berjarak hanya 30 menit dari terjun 1000. Namun aliran sungai Gunung Pandan juga kering, sehingga banyak pengunjung batal mandi.

"Kalau airnya jernih, tapi debitnya kecil, batu di dalam sungai pada timbul semua, payah lah kita mau mandi," ujarnya.

Sebagian besar pengunjung di Gunung Pandan, sebut Adi hanya menikmati panorama alam hutan dan kuliner di gazebo-gazebo yang tersedia. Namun demikian pengunjung wisata Gunung Pandan tetap ramai karena fasilitas pariwisatanya sudah lengkap.

Sementara M. Arif menambahkan, meski tidak bisa mandi, tapi penat dan lelahnya sudah terbayarkan setelah menjelajah kedua objek wisata alam tersebut. Menurutnya kedua objek wisata Gunung Pandan dan Air Terjun 1000 itu memiliki daya tarik tersendiri dengan menjual air pegunungan. Mantan Ketua BEM STAI Aceh Tamiang ini pun bisa memaklumi, debit sungai di objek wisata kecil faktor utamanya adalah musim kemarau panjang.

"Di air terjun 1000 kami sudah naik ke tingkat enam, tapi debit terjunnya memang kecil. Kalau di Gunung Pandan enaknya fasilitas sudah lengkap, tapi tiket masuknya naik dari Rp10 ribu jadi Rp15 ribu per sepeda motor," ucapnya.

Datok Penghulu (Kades) Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, Suherman mengatakan, peningkatan wisatawan Gunung Pandan sudah terjadi sejak hari raya pertama dan diperkirakan membludak pada hari ini dan besok yang merupakan hari terakhir libur lebaran Idulfitri.

"Yang jelas peningkatan pengunjung lebih ramai dari hari biasa. Selama lebaran ini dalam sehari 1000-2000 pengunjung mungkin ada," kata Herman.

Diakui Herman debit sungai Gunung Pandan memang kecil sejak satu bulan terakhir akibat di hulu Aceh Tamiang dilanda kemarau panjang. Bahkan dia mendapat informasi wisata air panas di Desa Kaloy airnya keruh dampak longsoran banjir bandang di wilayah Gayo Lues.

"Mungkin itu juga yang membuat pengunjung kurang antusias. Tapi Alhamdulillah pengunjung di Gunung Pandan tetap ramai walaupun ya, enggak bisa mandi," ujarnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...