Breaking News

Kuliner Aceh Diisukan Mengandung Ganja, BNNP Bakal Inspeksi Warung Makan

Foto: Julinar Nora Novianti/HabaAceh.id
Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah

Banda Aceh - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bakal memeriksa makanan yang disajikan warung makan dan restoran di Aceh. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan stigma negatif ganja yang digunakan sebagai bumbu masakan Aceh.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah, menjelaskan uji makanan tersebut dilakukan untuk menghapus stigma negatif yang selama ini terbangun di masyarakat, jika masakan Aceh menggunakan ganja sebagai bumbu pelezat makanan.

“Selama ini yang beredar kan kalau masakan Aceh mengandung ganja, ini tuh mitos atau fakta? Makanya kita perlu lakukan uji makanan untuk menghapuskan stigma ini,” kata Marzuki, Minggu (19/5).

Terlebih, kata dia, Aceh akan menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang bakal berlangsung September mendatang. Dimana nantinya Aceh akan diserbu ratusan hingga ribuan orang dari luar demi merayakan perhelatan PON.

“Kalau ada atlet yang makan, kemudian di makanan itu mengandung ganja, tahunya pas uji doping dia positif narkoba, itu akan merugikan atlet padahal dia tidak mengonsumsi barang itu secara sadar," ujarnya.

Stigma itu, kata dia tidak hanya membangun citra buruk Aceh di mata nasional, tetapi juga dapat merugikan ekonomi dan pariwisata lokal, dimana masyarakat luar akan takut untuk berkunjung dan makan makanan Aceh.

Sementara itu, hingga saat ini, pihaknya sudah menemukan beberapa restoran yang menggunakan ganja sebagai bumbu masakannya. Namun, Marzuki merahasiakan jumlah dan restoran mana saja yang terbukti menggunakan ganja.

“Itu isu yang sudah lama beredar, sekarang kita fokus pada pengujian dan menghapus stigma ini, jadi orang tidak takut makan masakan Aceh," tuturnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...