Komisi I DPRA Sesalkan Pembongkaran Situs Rumoh Geudong

Komisi I DPRA Sesalkan Pembongkaran Situs Rumoh GeudongFoto: M Isa/HabaAceh.id
Tangga beton, sisa bangunan Rumoh Geudong di Gampong Bili, Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie

“Kita sesalkan atas tindakan pemerintah yang merobohkan sisa bangunan Rumoh Geudong, di Pidie, karena bagunan itu adalah saksi bisu sejarah panjang konflik senjata Aceh," kata Iskandar.

Banda Aceh - Ketua Komisi I DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyesalkan tindakan pemerintah yang semena-mena membongkar sisa bangunan situs Rumoh Geudong, Pidie.

Menurut Iskandar, sisa bangunan Rumoh Geudong merupakan salah satu situs penting yang memiliki nilai sejarah panjang tentang konflik bersenjata di Aceh.

“Kita sesalkan atas tindakan pemerintah yang merobohkan sisa bangunan Rumoh Geudong, di Pidie, karena bagunan itu adalah saksi bisu sejarah panjang konflik senjata Aceh," kata Iskandar, dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/6).

Politikus Fraksi Partai Aceh tersebut mengatakan, sebagai pembelajaran bagi negara dan masyarakat tentang konflik senjata Aceh, seharusnya pemerintah melakukan perawatan terhadap sisa Rumoh Geudong bukan malah meratakannya.

“Harusnya ini penting sebagai pembelajaran dan pengingat kita tentang perang panjang di Aceh," ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan, sebagai wujud mempertahankan memori kolektif tentang situs pelanggaran HAM berat di Aceh, pemerintah diharapkan dapat membangun museum di lokasi lahan Rumoh Geudong, di mana bangunannya mereplikasi bentuk Rumoh Geudong yang dulu.

“Sangat penting untuk dibangun museum di lokasi Rumoh Geudong, bahkan bentuk bangunannya harus mereplikasi wujud Rumoh Geudong yang Aslinya," tuturnya.

Iskandar menilai, pembangunan museum Rumoh Geudong akan menjadi situs pembelajaran bagi publik dan dunia apabila nantinya ada peneliti yang hendak mencari atau meneliti tentang perang Aceh.

"Jika bangunan fisik sisa Rumoh Geudong dipaksakan untuk dihancurkan, maka patut dicurigai bahwa negara sedang berupaya mengaburkan dan menghilangkan sejarah penting tentang yang pernah terjadi sepanjang perang Aceh," pungkasnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...