Kisah Luka Nezar Patria di Balik Buku Sejarah Mati di Kampung Kami

Kisah Luka Nezar Patria di Balik Buku Sejarah Mati di Kampung KamiFoto: Julinar Nora Novianti/HabaAceh.id

Banda Aceh – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, mengukir jejak kisah perjalanannya sebagai seorang jurnalis dari peristiwa konflik hingga tragedi tsunami Aceh 2004 dalam narasi berbeda lewat karya bukunya ‘Sejarah Mati di Kampung Kami’

Dalam acara bedah buku yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Nezar mengatakan buku itu hadir sebagai saksi akan perjalanan emosional dalam menghadapi berbagai peristiwa bersejarah di Aceh.

Judul buku "Sejarah Mati Di Kampung Kami" sengaja dipilihnya sebagai kesimpulan atas kalutnya hati Nezar atas peristiwa yang terjadi di Aceh.

Usai Tsunami menerjang Aceh pada 2004 silam, ketika ia kembali ke rumahnya di Kampung Mulia Kota Banda Aceh, semuanya telah rata dengan tanah. Nezar tak dapat menemukan apapun di tengah reruntuhan rumahnya

"Rumah saya rata dengan tanah, kota tempat saya lahir hilang, termasuk foto masa kecil, kata Nezar Patria, Kamis (26/10).

Baginya, dalam peristiwa yang menimpa Aceh tersebut tak hanya menjadi luka fisik, namun juga menjadi luka akan ingatan akan kenangan yang telah dibesarkan dalam rumahnya itu.

"Secara pribadi sejarah saya telah mati hari itu, Lalu saya simpulkan sejarah telah mati di kampung kami," tuturnya.

Dalam acara bedah buku tersebut turut hadir Wakil Dekan II UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Reza Idria, yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut memuji gaya kepenulisan Nezar Patria yang ditulis secara reflektif dengan pendekatan prosodi dan prosais.

"Sejarah kalau tidak ditulis akan mudah hilang. Di sini ada banyak hal-hal kecil dan penting ditulis secara mendalam," kata Reza

Menurut Reza, buku Sejarah Mati di Kampung Kami menjadi sebuah bahan bacaan etnografi terhadap sejarah atau sejarah tentang etnografi Aceh.

"Dalam buku ini seperti ada dua tautan yang saling pukul-memukul. Pengembaraan seorang Nezar Patria tertuang jelas disini," ujar Reza.

Julinar Nora Novianti

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...