Kemunculan Hiu Tutul di Laut Lamreh Diduga Akibat Faktor Cuaca
Foto: Rianza/HabaAceh.idJantho – Sejak sebulan terakhir, hiu tutul bermunculan di perairan laut Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Mamalia laut yang kerap menampakkan diri secara berkoloni itu diduga muncul karena faktor cuaca atau adanya perubahan iklim.
Sebelumnya, seekor ikan hiu tutul berukuran sekitar delapan meter dan berat dua ton ditemukan tersangkut jaring pukat darat milik nelayan di Gampong Lamreh.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Besar, Makmur Salim, mengatakan kejadian munculnya hiu tutul di kawasan perairan Lamreh merupakan suatu peristiwa langka dan sangat jarang terjadi.
“Kalau menyangkut penyebab itu bisa berbagai macam, salah satunya ialah pengaruh faktor peralihan musim, dari musim timur ke barat ini biasanya akan berpengaruh terhadap biota-biota laut dalam bermutasi,” kata Makmur kepada wartawan, Kamis (24/8).
Selain faktor perubahan iklim, kata Makmur, pengaruh penggunaan jaring pukat oleh nelayan juga bisa menjadi penyebab munculnya hiu tutul ke permukaan. Sebab hewan dilindungi dengan tubuh raksasa itu sangat memungkinkan tersangkut jaring.
“Yang kedua mungkin juga pengaruh manusianya seperti misal masih ada jaring-jaring pukat,” ujarnya.
Makmur mengapresiasi langkah nelayan Gampong Lamreh melepaskan kembali hiu tutul yang sempat terjebak jaring pukat nelayan setempat. Menurutnya tindakan nelayan di daerah itu patut ditiru nelayan lainnya dalam menjaga biota laut dilindungi.
“Ini sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P20 tahun 2018 tentang hewan-hewan yang dilindungi. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat di sini yang kembali melepas biota laut itu ke laut lepas,” ungkapnya.
Dinas LKH Aceh Besar, kata Makmur, akan bekerja sama dengan sejumlah stakeholder setempat untuk terus memantau perkembangan hiu tutul di daerah itu. Sebab, kata dia berdasarkan informasi masyarakat hiu di kawasan tersebut berjumlah lebih dari satu ekor.
“Kita berharap jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik oleh tersebut maupun hukum di daerah kita,” ucapnya.
Sekretaris Panglima Laot Lhok Krueng Raya, Yusman Ahmad, menjelaskan kemunculan mamalia raksasa di daerah laut Lamreh itu sudah terpantau sejak sebulan lalu. Keberadaan hewan tersebut sudah menjadi hal biasa bagi nelayan setempat.
Menurutnya, nelayan setempat memiliki keyakinan bahwa kemunculan hiu tutul akan membawa berkah bagi mereka. Sehingga masyarakat tidak akan menganggu atau bahkan memburunya.
“Tapi yang terdampar di sini satu. Dia biasanya turun setahun sekali, tapi pokoknya mereka tetap ada pada saat tertentu. Kadang-kadang ada lima, kadang-kadang ada tujuh ekor seperti yang terdampar di kawasan Durung dulu,” ungkapnya.










Komentar