Haba Aceh dalam Sepekan
Kedatangan Para Punggawa Negeri
Foto: Dok. IstimewaDALAM sepekan terakhir informasi tentang Aceh menghiasi laman media massa baik lokal maupun media nasional. Kunjungan kerja atau kunker sejumlah menteri menjelang pergantian tahun 2022 merupakan salah satu topik yang disajikan.
Dua menteri terpenting di negeri ini yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mahfud MD bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bahkan berkunjung hingga ke Pulau Rondo, salah satu pulau terluar wilayah barat Indonesia.
Tujuan mereka ke pulau yang berjarak sekitar 61,7 km dari Kota Banda Aceh tersebut dalam rangka meninjau kondisi Personil Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Pulau Terluar (Pamputer), serta kelengkapan seperti instalasi air bersih, listrik, dan bangunan pos pengamanan pulau terluar.
Pada hari yang sama kedua punggawa negeri juga berkunjung ke kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang dan esoknya melakukan peluncuran seri Pos Lintas Batas Negara (PLBN) tahun 2022 yang ditandai dengan pemukulan rapai itu berlangsung di gedung Anjong Mon Mata, Kota Banda Aceh.
Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah soal anggaran Aceh yang diutarakan oleh Mendagri Tito Karnavian. Ternyata anggaran Aceh selama ini hanya 20 persen manfaatnya untuk masyarakat, selebihnya habis untuk belanja para aparatur sipil negara.
“Dari total APBA Rp16 triliun, belanja pegawai hampir 60-70 yaitu gaji dan tunjangan kinerjanya serta , ditambah lagi dengan belanja barang jasa, operasionalnya untuk pegawai, beli peralatan untuk pegawai, mobil untuk pegawai, sementara untuk pembangunan masyarakat cuma 20 persen”.
KONI Aceh
Selain kedatangan para punggawa negeri, informasi lainnya menjadi perbincangan publik di Aceh yakni terkait aksi saling tuding di internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh. Isu tersebut mengemuka setelah salah seorang bakal calon menggelar konferensi pers.
Terungkap bahwa pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh pada 25-27 Maret 2022 lalu, konon pengurus KONI Aceh diduga berupaya menjadikan Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak sebagai calon tunggal Ketua Umum KONI Aceh menggantikan Muzakir Manaf atau Mualem.
Namun semua itu terbantah karena kesempatan mendaftar bagi yang ingin maju sebagai Calon Ketua Umum KONI Aceh terbuka untuk siapa saja. Dan, Ketua KONI Kota Banda Aceh Hamdani Basyah turut mendaftar untuk ikut bertarung pada Musorprov XIII KONI Aceh Tahun 2022.
Alhasil, tanggal 25 Desember 2022 diumumkan Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak terpilih secara aklamasi menahkodai KONI Aceh 2022-2026 Musorprov XIII KONI Aceh Tahun 2022 di Hotel Grand Permata Hati Banda Aceh, Minggu (25/12). Abu Razak memperoleh 22 dukungan dari 23 KONI kabupaten/kota dan 59 dukungan dari 63 Pengprov Cabang Olahraga aktif.
Selain aklamasi Abu Razak untuk memimpin KONI Aceh, isu akhir pekan lalu di Aceh dihiasi oleh kedatangan pengungsi Rohingya di Benteng Indrapatra, Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 57 laki-laki dalam satu kapal terdampar. Kini para pengungsi asal Myanmar tersebut ditempatkan sementara di UPTD Dinas Sosial Aceh Kawasan Ujung Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.








Komentar