Jelang Nataru, Harga Sayuran di Aceh Tamiang Melonjak
Foto: Zulfitra/HabaAceh.id"Kalau dari Aceh (Takengon) ada, seperti jenis cabai. Tapi itu gak banyak. Karena kualitasnya jauh beda dengan yang dari Medan. Kalau yang dari Medan ketahanan lebih lama," katanya.
Aceh Tamiang - Harga sayuran di Kabupaten Aceh Tamiang mulai mengalami kenaikan menjelang natal dan tahun baru. Salah satu barang yang harganya melonjak drastis adalah tomat.
Seorang pedagang grosir di pasar Kota Kualasimpang, Ahmad Dalawi mengatakan, harga sayuran di sana sudah mulai naik sejak beberapa hari terakhir. Kenaikan setiap jenis sayuran bervariasi antara Rp5.000 hingga Rp10 ribu perkilogramnya.
"Harga Tomat saat ini drastis kali naiknya, Rp12 ribu rupiah sendiri naiknya. Sebelumnya, harganya Rp10 ribu rupiah perkilogramnya, sekarang Rp22 ribu perkilogramnya," katanya, Senin (19/12).
Selain itu, kata dia, harga mentimun naik menjadi Rp15 ribu perkilo dari sebelumnya Rp5.000 perkilonya. Harga cabai juga mengalami kenaikan.
"Semua jenis (cabai) naik. Kenaikannya sama, yakni Rp10 ribu perkilogramnya. Itu untuk cabe kecil dan merah. Kalau cabai hijau, hanya naik Rp5.000 perkilo," jelas Dalawi.
Harga cabai kecil naik menjadi Rp55 ribu perkilo dari sebelumnya Rp 45 ribu. Untuk cabai merah dijual Rp45 ribu per kilo.
Dalawi memperkirakan, kenaikan ini akan terus terjadi khususnya menjelang natal dan tahun baru. Menurutnya, kenaikan harga sayuran dan kebutuhan pokok lainnya kerap terjadi menjelang pergantian tahun.
Lonjakan harga terjadi disebabkan stok barang di petani yang tidak memadai. Dia menjelaskan, sayuran dan kebutuhan pokok di Aceh Tamiang dipasok dari wilayah Sumatera Utara.
"Kalau dari Aceh (Takengon) ada, seperti jenis cabai. Tapi itu gak banyak. Karena kualitasnya jauh beda dengan yang dari Medan. Kalau yang dari Medan ketahanan lebih lama," katanya.
Kendati demikian, masih terdapat kebutuhan pokok lainnya yang harganya saat ini stabil. Meskipun, kata dia, terjadi kenaikan juga.
"Paling kenaikan hanya Rp1.000 rupiah perkilonya. Dan itu bisa dikatakan wajar. Namun, untuk ke depannya kita belum tau lagi, bisa-bisa naik juga. Sebab sebelum-sebelumnya pasti naik," ujar Dalawi.







Komentar