Jamal Idham: Rakyat Sejahtera Kunci Majunya Sebuah Daerah
Foto: Istimewa“Nah, di sinilah peran pengusaha dan pemerintah bagaimana memantapkan mereka (para remaja) di Aceh ini, sehingga lebih kreatif dan mandiri. Salah satunya mengasah mereka sesuai latar belakang masing-masing,” ujar Jamaluddin
Banda Aceh - “Penguatan UMKM adalah salah satu yang harus menjadi perhatian utama kita semua, terutama para pengusaha dan pemerintah. Kalau kita mau maju”.
Sepenggal kalimat di atas disampaikan oleh Jamaluddin Idham, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nagan Raya, mengawali wawancara dengan HabaAceh.id saat bertemu di Banda Aceh beberapa waktu lalu.
Menurut pengusaha muda itu, masyarakat Aceh terutama para remaja sudah memiliki pengatahuan tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia. Hanya saja, kata Jamaluddin, pembinaan terhadap mereka agar lebih kreatif dan mandiri masih minim.
“Nah, di sinilah peran pengusaha dan pemerintah bagaimana memantapkan mereka (para remaja) di Aceh ini, sehingga lebih kreatif dan mandiri. Salah satunya mengasah mereka sesuai latar belakang masing-masing,” ujar Jamaluddin yang juga Ketua DPC PDI-P Nagan Raya tersebut.
Karena itu, sebut Jamaluddin, sebagian dari dana CSR PT UND yang ia pimpin dalam beberapa tahun terakhir, dikucurkan untuk membantu meningkatkan ekonomi beberapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Nagan Raya.
Dengan bantuan tersebut, kini beberapa UMKM di Nagan Raya sudah mulai berjalan bahkan beberapa diantaranya telah merekrut tenaga kerja sendiri.
“Kalau satu UKMK saja ada tenaga kerja dua orang misalnya, kalau ada 10 UMKM berarti sudah menampung 20 tenaga kerja,” ujar Jamaluddin.
Diakhir wawancara dengan HabaAceh.id, Jamaluddin Idham berharap, di masa mendatang pengangguran di Aceh akan terus berkurang. Putra-putri Aceh lebih kreatif dan mandiri melalui pembinaan yang matang semua pihak terutama pengusaha dan pemerintah.
“Sehingga akan berjalan seiring antara sektor kesejahteraan masyarakat dengan pembangunan infrastruktur, sebagai penunjang dari kemajuan Aceh itu sendiri,” tutur Jamaluddin.
Siapa Jamaluddin Idham?
Sosok Jamal Idham sudah tidak asing bagi warga Nagan Raya dan Aceh umumnya. Pria bernama lengkap Jamaluddin Idham itu dikenal sebagai pengusaha muda yang dekat dan kerap membantu warga kurang mampu.
Politikus muda kelahiran 9 Oktober 1992 di Desa Sukaramai, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya itu merupakan putra dari pasangan Jamin Idham dan Marwati Ibnu Ali. Ayahnya adalah Bupati Nagan Raya periode 2017-2022.
CEO PT. Ujong Neubok Dalam (UND) itu memiliki seorang istri bernama T. Syahnuza Kemala dan tiga orang anak. Ketiga buah hatinya adalah Rakhshandrina Alesha Idham dan Raheema Afsheena Idham, dan Razzaq Althafurrahman Idham.
Pemilik salah satu perusahaan sawit tertua di Nagan Raya tersebut mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Desa Sukaramai, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Darul Makmur. Usai lulus, Jamal Idham melanjutkan sekolah di SMA Al-Azhar Medan, Sumatera Utara.
Penasehat IPELMASDAM Banda Aceh itu kemudian melanjutkan S1 dan magister (S2) di Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sumatera Utara, Penasehat ISMURA Nagan Raya itu kembali ke kampung halamannya di Nagan Raya. Jamal Idham kemudian mengembangkan PT. UND dan memperluas jaringan usahanya.
PT. UND sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) dengan sub sektor perkebunan kelapa sawit dan pengolahan minyak kelapa sawit dengan produk utama adalah Crude Palm Oil (CPO), yang diolah melalui Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) sendiri.
Dalam usaha memenuhi kebutuhan Tandan Buah Segar (TBS) untuk kegiatan pengolahan pabrik minyak kelapa sawit, PT. UND mendapatkan pasokan TBS dari kebun sendiri yang langsung diangkut ke PMKS dan pasokan yang bersumber dari masyarakat sekitar.
Berdiri pada 2 September 1968 menjadikan PT. UND sebagai salah satu perusahaan sawit tertua di Aceh. Hingga saat ini UND telah mempekerjakan sebanyak 1.000 karyawan, baik karyawan tetap maupun karyawan harian lepas.
Selama berada di bawah tampuk kepemimpinan Jamal Idham, PT. UND sudah banyak berkontribusi bagi masyarakat sekitar. Seperti membantu masyarakat disabilitas melalui program budidaya lele.
Tak hanya itu, lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. UND juga menyalurkan bantuan berupa pembangunan sejumlah rumah bagi warga kurang mampu dan memberikan bantuan donasi bagi bayi berusia tiga bulan yang menderita hidrosefalus.
Selain itu, PT. UND juga aktif berkontribusi dalam pengembangan bidang olahraga. Hal itu dibuktikan UND dengan menjadi sponsor utama di sejumlah turnamen futsal se-Aceh yang digelar di Kota Banda Aceh. UND juga mendukung kegiatan olahraga melalui renovasi lapangan bola kaki di Desa Ujong Lami.
PT. UND memperoleh berbagai penghargaan berkat kepeduliannya terhadap masyarakat dan pengembangan sejumlah UMKM. Baru-baru ini UND menerima penghargaan dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima PT. UND karena dinilai telah berkontribusi aktif dalam pertumbuhan investasi dan perekonomian di daerah. Bahkan, PT. UND juga merupakan satu-satunya perusahaan dari Aceh mewakili Sumatera yang menerima penghargaan tersebut.
Selain itu, PT. UND juga mendapat berbagai apresiasi lainnya, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat. Adapun apresiasi itu ialah penghargaan kepada PT. UND sebagai sponsor utama pada sejumlah turnamen futsal se-Aceh.
Mantan Ketua KONI Nagan Raya itu mengatakan, penghargaan yang didapatkan oleh PT. UND tidak terlepas dari usaha keras tim yang selama ini sudah bekerja dengan maksimal. Apalagi, UND juga salah satu perusahaan yang peduli terhadap UMKM lokal yang ada di Aceh.
Membangun Rumah Layak Huni
Jamal Idham yang juga Ketua HIPMI Nagan Raya itu menyebutkan, selama ini PT. UND juga sudah menyalurkan dana CSR ke berbagai bidang, baik ke bidang sosial, keagamaan, olahraga maupun bidang lainnya.
Salah satunya, sebut Jamal, yakni pembangunan rumah layak huni untuk Nek Putehdi (63). PT. UND membangun rumah permanen layak huni untuk perempuan tersebut yang terletak di Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.
“Nek Putehdi merupakan warga kurang mampu yang viral selama ini hidup sebatang kara di gubuk reot, sekarang sudah menempati rumah yang layak huni dan dibangun melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial PT.UND,” sebut Pembina IPDM Nagan Raya itu.
Selain rumah nek Putehdi, PT. UND juga membangun rumah layak huni untuk Asrinati (35), warga Gampong Krueng Alem, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.
Sebelumnya Asrinati, tinggal bersama 3 anaknya di rumah tidak layak huni. Kini Asrinati dapat tersenyum bahagia setelah rumah yang ditempatinya dibangun secara permanen oleh PT. UND.
Jamal Idham mengatakan, PT. UND juga ikut menyalurkan dana bantuan untuk pembangunan Asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa Darul Makmur (Ipelmasdam) Aceh Barat.
Asrama itu dibangun di pusat perkuliahan di kawasan Gampong Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, yang diawali dengan pembelian tanah seluas 600 meter persegi.
"Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pendidikan dengan harapan dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan Asrama Mahasiswa,” ucapnya.
Saat pandemi Covid-19, PT UND juga hadir dengan menyerahkan bantuan sebanyak 2,5 ton sembako untuk masyarakat Kabupaten Nagan Raya yang terdampak Coronavirus Disease (COVID-19).
Jamal yang juga pengurus JAPNAS Provinsi Aceh menyebutkan, PT. UND juga telah meluncurkan mobil operasional ambulans gratis untuk membantu masyarakat kurang mampu yang akan menjalani pengobatan. Untuk tahap awal, mobil ambulans tersebut menjangkau masyarakat pedalaman untuk dirujuk ke puskesmas terdekat









Komentar