Hari Kanker Sedunia, YDUA Sosialisasi Upaya Deteksi Dini
Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelyday12"Deteksi dini merupakan kunci utama dalam upaya menurunkan insiden dan kematian akibat kanker," pungkasnya.
Banda Aceh - Founder Yayasan Darah untuk Aceh (YDUA), Nurjannah Husien mengatakan, hampir 90 persen pasien yang singgah di Rumah Kita (RK) adalah anak-anak penderita kanker yang didominasi oleh penderita kanker darah (Leukimia).
Nurjannah Husein yang juga Kepala RK turut mengabarkan berita baik karena di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) sudah memiliki pusat layanan kanker atau Onkologi Centre, sehingga penderita kanker baik anak-anak maupun dewasa bisa mendapatkan pengobatan yang baik.
“Kami berharap pemerintah bisa segera melengkapi semua fasilitas pengobatan untuk kanker, di antaranya adalah perlengkapan radio terapi yang sangat dibutuhkan pasien kanker dalam proses pengobatan, sehingga dengan pengobatan yang maksimal, kesempatan hidup para penderita kanker bisa lebih baik,” sebut Nurjannah kepada HabaAceh.id, Minggu (5/2).
Di sisi lain, YDUA beserta sejumlah mitra lainnya juga melakukan upaya sosialisasi untuk mengenal dan mendeteksi gejala awal kanker terhadap anak. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Kanker Sedunia di area Car Free Day (CFD) Banda Aceh, Minggu (5/2/2023).
“Kami berharap masyarakat bisa lebih bisa mengenal deteksi dini gejala kanker, khususnya pada anak dan bisa lebih memahami pola hidup sehat sehingga bisa terhindar dari serangan virus berbahaya termasuk kanker,” kata Nurjannah.
Menurut dia, kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia setelah kardiovaskular. Apalagi kasusnya meningkat signifikan dan biaya kesehatan yang ditimbulkan juga tinggi.
Nurjannah mengatakan, dengan menghindari faktor risiko dan melakukan deteksi dini, hal tersebut akan meningkatkan angka harapan hidup dan kualitas hidup penderita.
"Deteksi dini merupakan kunci utama dalam upaya menurunkan insiden dan kematian akibat kanker," pungkasnya. (Akhyar)









Komentar