Harga Tomat di Banda Aceh Naik
Foto: Julinar Nora/HabaAceh.idBanda Aceh - Harga tomat di Pasar Almahira, Lamdingin, Banda Aceh terus merangkak naik kini mencapai Rp20 ribu per kilogram, Senin (15/1).
Seorang pedagang, Pak Din mengatakan, kenaikan harga tomat itu telah berlangsung sejak tiga hari lalu. Tomat asal Medan tersebut terus merangkak naik disebabkan pasokan yang sangat terbatas.
“Udah tiga hari ini naik drastis. Biasanya kita jual Rp15 ribu, tapi sekarang udah Rp20 ribu sekilonya,” kata pak Din.
Untuk harga tomat lokal, sebut Pak Din, juga mengalami kenaikan dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram. Meski tomat lokal lebih murah dibandingkan dengan tomat Medan, Pak Din mengatakan, masyarakat cenderung lebih meminati tomat impor.
“Tomat Medan lebih diminati daripada yang lokal. Masyarakat kita cenderung berpikir yang lokal itu asam, kalau yang Medan itu enggak,” katanya.
Selain itu, harga bawang merah juga terus merangkak naik, kini mencapai Rp45 ribu sekilo. Sedangkan minggu lalu, Pak Din menjualnya diharga Rp40 ribu per kilogramnya.
Sementara harga cabai hijau kini berkisar antara Rp18 ribu sampai Rp20 ribu dari sebelumnya dijual Rp10 ribu per kilo.
“Sekarang ini yang turun cabai rawit. Rawit panca kita jual Rp15 ribu, minggu lalu masih Rp18 ribu sekilonya. Cabai rawit lokal juga turun dari Rp40 ribu jadi Rp30 ribu per kilogram,” ujarnya.
Kemudian, kata Pak Din, untuk harga bumbu dapur lainnya masih stabil. Seperti bawang putih Rp35 ribu hingga Rp38 ribu tergantung kualitasnya. Begitu juga kentang masih bertahan diharga Rp12 ribu per kilogramnya.
“Cabai merah hari ini kembali Rp25 ribu sekilo, padahal dua hari yang lalu udah mulai naik Rp30 ribu per kilonya,” tuturnya.
Dia mengatakan, harga sayur-mayur dan bumbu dapur cenderung mengalami kenaikan pada hari Sabtu dan Minggu. Mengingat meningkatnya daya beli masyarakat dihari libur tersebut.
Namun, jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, dia mengaku awal tahun ini daya beli melemah. Kondisi barang yang terus naik ditambah liburnya mahasiswa membuat pembelian terhadap barangnya ikut melesu.
“Daya beli lemah dalam minggu ini. Suasana seperti bulan puasa, sangat jarang pembeli,” pungkasnya.










Komentar