Harga Emas Makin Tinggi, Warga Banda Aceh Mulai Batasi Pembelian

Harga emas makin tinggi di Banda Aceh (Foto: Julinar Nora Novianti/HabaAceh.id)

Banda Aceh - Harga emas murni di Banda Aceh semakin tinggi. Hari ini emas perhiasan kadar 99 persen mencapai Rp4.230.000 per mayam sudah termasuk ongkos pembuatan. 

“Hari ini satu mayam (3,3 gram) Rp4.080.000 belum dengan ongkos,” kata Daffa, Minggu (4/8).

Sementara ongkos pembuatan rata-rata dikenai biaya Rp100.000 hingga Rp150.000 per mayam, tergantung kerumitan pembuatannya. Sementara emas Antam Rp1.435.000 per gram.

Pedagang emas di Pasar Aceh, Daffa mengatakan, sejak harga emas menyentuh angka Rp4.000.000 per mayam, masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya mulai membatasi pembelian.

Dia menyebutkan kenaikan harga emas saat ini juga diikuti dengan naiknya harga barang dan kebutuhan pokok, sehingga pembelian terhadap emas menjadi berkurang.

“Saat ini semuanya ikut naik, tentunya masyarakat mengutamakan kebutuhan sehari-hari, sementara pendapatan masih begitu-begitu saja,” ujarnya.

Menurutnya, dalam tiga bulan terakhir, kenaikan harga emas yang lebih dari Rp600.000 per mayam menjadi angka tertinggi sepanjang tahun 2024. Hal tersebut juga dipicu tingkat inflasi yang tinggi di tahun ini.

Terlebih, tahun 2024 menjadi tahun pemilu, dimana geopolitik dunia mempengaruhi nilai tukar dan harga emas. Daffa mengatakan, kenaikan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Indonesia saja, tapi juga bagi negara lain.

“Masyarakat pasti beli emas kalau ada uang, tapi ini saat ini semuanya lagi terhimpit. Emas naik, barang-barang lain ikut naik,” pungkasnya.

Editor: Boy Nashruddin